[Review] Intertwine by FLOCK

Jumat, 08 Mei 2015



Judul : Intertwine 
Penulis : FLOCK
Penerbit : Haru
Terbit : Maret 2015
Penyunting : Prisca Primasari
Cover designer dan ilustrator : COKROID
Proofreader : Yuli Yono
Tebal : 420 halaman ; 20 cm
ISBN : 978-602-7742-49-9
Blurb : 
Berawal dari sebuah bridal, lima wanita menguntai benang-benang kehidupan. 
Jihan, yang bercita-cita untuk menikah muda.Naomi, yang mengikuti kata hatinya untuk bertindak di luar logika.Emma, yang percaya kisah cinta dalam dongeng juga ada di dunia nyata.Ralyne, yang berharap pernikahannya akan sempurna.Nina, yang dihantui oleh potongan-potongan kenangan lama. 
Sebuah gaun istimewa hadir di antara mereka, seakan menjadi pemintal takdir. 
Dan keajaiban pun terjadi… 
The Right One karya Orizuka. 

Karakter : 


Jihan Divanavisha, alias Jihan gadis dengan pipi tembem dan rambut pendek yang bekerja sebagai seorang penerjemah sekaligus sekretaris dari seorang direktur perusahaan rambut palsu berkebangsaan Jepang. Di usia 21 tahun, Jihan sudah menguasai lima bahasa : Indonesia, Inggris, Mandarin, Jepang, dan Korea. Ada sebuah impian terbesar Jihan yang sampai saat ini belum tercapai, yaitu menikah muda.


Arkan Malik atau akrab disapa Arkan, cowok dengan rambut hitam pekat dipotong undercut di bagian samping, memiliki mata yang cenderung sipit dengan iris hitam dan memiliki kulit kecoklatan. 



Jihan dan Arkan bertemu di sebuah bridal bernama 'Fairy Bridal'. Saat itu Jihan ingin mencarikan sebuah gaun untuk calon istri bosnya. Saat Jihan sedang melihat-lihat gaun yang ada, ia jatuh cinta pada sebuah gaun dengan bentuk A-Line berlengan panjang dengan kerah tinggi, ekor yang juga panjang dengan bahan lembut disulami renda mawar yang sangat halus di seluruh permukaan. Saat akan memegang gaun tersebut, Jihan menyadari ada sebuah tangan kekar yang mencengkram gaun itu, seorang pemuda yang selanjutnya ia ketahui namanya bernama Arkan... 


Ini adalah kisah tentang dua orang anak manusia yang tidak saling kenal, namun karena sebuah gaun istimewa, akhirnya mereka harus melalui berbagai macam kejadian yang sedikit menyulitkan bersama-sama.



Jihan menelengkan kepala. "Dan kapan tepatnya waktu yang tepat itu?" 
Alisha tersenyum penuh arti. "Saat kamu menemukan orang yang tepat." - Halaman 64

Selanjutnya adalah Premonition karya Fei.


Karakter : 


Theo, detektif swasta yang memiliki paras tampan, badan yang tinggi tegap, kulit putih, struktur rahang yang kokoh, dan rambut ikal kecokelatan yang dibiarkan gondrong sampai bahu. Theo sering mendapatkan Naomi sebagai partnernya dalam menangani beberapa kasus, namun Theo tetap saja menganggap kemampuan fisik Naomi masih dibawah agen lain, juga akting Naomi yang masih dikatakan payah.


Naomi, gadis yang memiliki impian besar sebagai detektif handal. Ia terbilang cerdas dengan IQ yang mencapai 150, juga kemampuan ingatan fotografis. Gadis berambut pendek ini sering dijadikan bahan bercandaan oleh Theo yang selalu menjadi partnernya.



"Konon, ketika orang akan mendekati ajal, biasanya mereka bisa merasakan sebuah firasat." - halaman 85

Berkisah tentang Theo dan Naomi, dua orang detektif swasta yang sering menjadi partner dalam menyelidiki beberapa kasus. Suatu ketika Theo mendapatkan kasus yang terbilang berat, kasus hitam. Dalam kasus tersebut Theo bekerja dengan  Firman sebagai partnernya, menggantikan tugas Naomi yang selalu ada sebagai partner Theo.



"Kalau saya, lebih percaya itu takdir." - Madam M, halaman 101

Saat itu Naomi sedang menemani sahabatnya, Rida untuk fitting baju pernikahan di sebuah bridal bernama Fairy Bridal. Namun, telepon Naomi tiba-tiba berbunyi, ternyata itu adalah telpon dari Theo yang menyuruhnya menggunakan sebuah gaun pengantin lalu pergi ke taman di seberang Rosemary's Tea Salon. 


Naomi yang saat itu masih bingung dan kaget, kemudian menuruti perkataan Theo, mengira bahwa itu adalah salah satu sandiwara untuk misi yang sedang dijalankan Theo. Setelah itu akhirnya Naomi pergi di tempat yang disebutkan tadi dan bertemu Theo. Gaun pengantin yang dipilihkan Madam M, dan yang juga sempat ia senggol, kini melekat di tubuhnya. Namun,sungguh marah lah Naomi saat mengetahui bahwa Theo hanya sedang bercanda menyuruh Naomi menggunakan gaun pengantin dan menemuinya. 


Bagaimana Naomi tidak marah? Ia dengan lelahnya mengelilingi taman dengan sebuah

gaun pengantin yang panjangnya minta ampun,terlebih lagi mendapatkan tatapi bingung dari banyak orang? Namun siapa sangkah dari pertemuan tersebut, akhirnya Naomi ikut terlibat dalam kasus yang tengah Theo tangani saat itu....


"Kadang hanya dibutuhkan sebuah pemicu dan waktu yang tepat untuk akhirnya bisa mendapatkan sesuatu yang tepat." - Madam M

Princess Emma karya Lia Indra Andriana.


Pengenalan karakter : 


Emma, gadis berusia 25 tahun yang bekerja sebagai seorang freelance ilustrator yang bekerja membuat ilustrasi untuk buku-buku dongeng.


Satria, tunangan Emma yang berusia empat tahun lebih tua dari Emma, memiliki tinggi tiga senti lebih dari Emma.Orangtua Satria adalah teman SMA dari orangtua Emma. Satria adalah sosok yang sering tersenyum.Emma sedikit jengkel dengan Satria yang terlihat lebih mementingkan pekerjaannya daripada rencana pernikahan mereka.


Putra Raja, sosok yang mengagetkan Emma saat bangun dari tidurnya, bagaimana tidak? Saat bangun, Emma mendapati sosok pemuda tak dikenal dengan wajah perpaduan Kaukasia dan Asia, rambut cokelat pasir ikal, dan mata berwarna biru. Siapa pemuda itu? kenapa pemuda itu bisa ada di dalam rumahnya? Apa pemuda itu adalah seorang perampok? tapi jika pemuda itu benar-benar orang jahat, mengapa ia memiliki paras yang tampan?

"Bawa saja gaun ini dan cobalah di rumah. Sepertinya kamu perlu sedikit keajaiban." - Madam M, halaman 169
Adalah Emma, yang merasa kesal dengan Satria, tunangannya sebab pria itu bersikap seperti tidak memikirkan pernikahan mereka yang akan berlangsung beberapa bulan lagi. Satria melupakan jadwal fitting baju pernikahan mereka akibat berbagai urusan kantornya. Hal itu membuat Emma marah dan ragu akan hubungan mereka, apakah Satria benar-benar mencintai Emma?

Belum lepas dari kepusingannya dengan Satria, dan deadline ilustrasi, Emma kembali dibuat pusing sekaligus terkejut saat keesokan harinya mendapatkan sebuah pria berada di rumahnya, belum lagi kedua orangtuanya yang sedang tidak ada di rumah sebab mereka pergi mengunjungi kakak Emma yang barusaja melahirkan. Dan apa? Pemuda itu berkata bahwa ia adalah pangeran dari negeri dongeng yang Emma buat? Errr... apa Emma sedang bermimpi atau ini adalah dampak dari bir yang Emma minum semalam?


Sebenarnya ada apa sih dengan hidup Emma yang terbilang memusingkan? Lalu apa maksud Madam M tentang gaun itu dan sedikit keajaiban?



"Lihat, kan? Dalam waktu singkat, cinta itu bisa tumbuh di waktu yang tak terduga." - halaman 167


Perfection, karya Clara Canceriana



Pengenalan karakter :

Ralyn : Model cantik berusia 26 tahun yang bisa dikatakan 'sensitif dan emosional'. Memiliki harapan yaitu pernikahan yang akan sempurna.


Evan : Calon suami Ralyn, sosok pria pekerja keras dengan kulit putih pucat yang mencintai pekerjaannya. Pria tampan dengan gen Belanda dari ayahnya ini mampu membuat Ralyn bersyukur karena Ralyn menjadi calon istri Evan.


Joshua : Pria berumur 28 tahun yang sangat membenci 'perselingkuhan'.


"Tapi percayalah. Jika berhasil menemukan gaun yang disukai, maka gaun itu juga yang telah memilih kamu. Selama dengan sepenuh hati mencarinya." - Madam M, Halaman 258
Adalah Ralyn, yang menemukan kenyataan pahit disaat pernikahannya akan berlangsung tiga minggu lagi. Ralyn harus menerima kenyataan pahit tersebut, kenyataan yang akan membuat hari-harinya 'mungkin' tak bisa seperti dulu lagi.

Saat masih sedang berusaha menerima kenyataan tersebut, Ralyn pun bertemu dengan Joshua, pria yang selalu berusaha menghibur Ralyn dan membantu Ralyn bangkit dari keterpurukan yang tengah dirasakannya, pria yang selalu mengunjungi Ralyn dengan kue sus yang ia beli dari cafetaria.


Lalu bagaimana dengan pernikahan Ralyn yang akan berlangsung tiga minggu lagi? Bagaimana reaksi Evan saat mengetahui keadaan Ralyn saat ini? Apakah Evan masih akan tetap bertahan di sisi Ralyn?


Looking Through Rose-Tinted Memory by KP Januwarsi


Pengenalan karakter :


Nina, keponakan dari Madam M. Nina juga pernah menjadi desainer di Fairy Bridal.


Areal, teman dekat Nina semasa semasa sekolah dulu.


Katarina, 'seseorang' dari masalalu yang datang untuk menagi janji Nina.



"Bukankah janji dibuat untuk ditepati, Nina?" - Katarina, halaman 374
Cerita yang bisa dibilang sebagai latar belakang dari benang merah buku ini, yaitu gaun pernikahan di cerita-cerita sebelumnya

Tentang sebuah rahasia besar Fairy Bridal di masalalu yang cukup mengenaskan. Kisah yang akan menguak fakta dibalik Gaun Istimewa tersebut. Bukan seperti kisah-kisah sebelumnya yang menceritakan tentang para pengunjung Fairy Bridal, namun di kisah ini kita akan diajak untuk berkenalan lebih jauh dengan Madam M. , dan gaun istimewa tersebut.


Juga dengan Nina, sang desainer gaun istimewa tersebut yang juga keponakan Madam M. Nina sempat bekerja di Fairy Bridal, namun karena suatu hal yang mengganggunya, akhirnya dia memutuskan untuk berhenti bekerja di tempat tersebut dan memilih untuk menyendiri, mengurung diri di rumah. Nina memiliki suatu kemampuan istimewa, yaitu bisa melihat 'Mereka'. 


Namun bahkan saat Nina mengurung diri, Nina masih terus diganggu oleh 'Mereka' yang salah satunya menagi janji Nina~



Sumber : JLM Interior

Intertwine, buku yang di dalamnya terdapat lima cerita dari lima penulis yang berbeda. Cerita-cerita yang saling dihubungkan dengan benang merah yaitu sebuah gaun istimewa.

Setiap cerita memiliki kisahnya masing-masing. The Right One karya Orizuka, cerita yang nggak terlalu berat tapi lagi-lagi Orizuka mahir merangkai sebuah cerita dengan tema 'biasa' bisa menjadi sebuah cerita yang 'tak biasa', tentang Jihan dan Arkan yang bertemu di Fairy Bridal dan 'berebut' sebuah gaun. Saya sudah membaca banyak karya dari Orizuka, dan sama seperti karya-karya sebelumnya, saya kembali terpesona oleh cerita Jihan dan Arkan.
Seperti beberapa novel Orizuka sebelumnya yang diselipkan beberapa hal lucu, tentunya kita akan terhibur dengan tingkah Jihan dan Arkan, juga hal-hal konyol lainnya. Ah ya! satu pertanyaan, apakabar dengan Ayahnya Jihan x) ? Untuk karya kak Orizuka ini, saya memberikan 5 dari 5 bintang ^^

Promonition karya Fei. Jujur, saya belum pernah membaca karya kak Fei. Namun salah satu karyanya yaitu Bi! sudah lama berada di wishlist saya. Saya suka kisah Theo dan Naomi ini! Asli kocak deh >,< dan endingnya juga seriusan manis banget! Selain itu juga cukup menegangkan, ceritanya ngebuat saya nebak-nebak :D. Untuk Promonition karya kak Fei ini, saya memberikan 5 dari 5 bintang ^^

Princess Emma karya Lia. Saya baru beberapa kali membaca karya-karya kak Lia. Princess Emma ini mengandung unsur fantasi. Gaya bahasa dalam novel ini terbilang santai, ya bahasa yang sering digunakan oleh para abege x) saya nyaman kok dengan penggunaan bahasa dalam dialog, seperti 'kudu', 'pake', 'dateng', emang sih kata-katanya nggak baku, tapi begitulah cara Emma berbicara~
Endingnya? Nggak nyangka juga sih sama endingnya, maklumlah saya udah mikirin ending yang gampang ditebak *maafkeun*, dan ternyata endingnya tak sesuai perkiraan saya hoho *maafkeun diriku yang sok tahu* >,< 

Ada suatu bagian yang sepertinya kelupaan diberi tanda petik ("), di halaman 193:

"Lo lebih cerewet dari ponakan gue yang masih balita. Lo nggak capek ya ngomong mulu?

Di bagian itu, diakhiri dengan tanda tanya (?) tanpa adanya tanda petik (") oke, mungkin kelupaan dikasih tanda petik.

Untuk Princess Emma karya kak Lia, saya memberikan 4 dari 5 bintang.

Perfection karya Clara. Nama Clara Canceriana cukup tidak asing bagi saya, kalau nggak salah salah satu bukunya diterbitkan oleh Penerbit Haru. Saya belum pernah baca karyanya, namun saya suka sama caranya membawakan kisah Ralyn ini. Ceritanya haru, udah nebak sih kalau Evannya nanti bakal gimana, tapi nggak nyangka sama apa yang dilakukan Joshua.

Namun ada satu bagian yang membuat saya nggak nyaman, pada halaman 292 :

"....... Katanya ia tahu dari orangtua gue." 

Entah itu typo atau memang niatnya mau nulis 'ia', menurut saya sih lebih bagus kalau diganti dengan 'dia', jadinya : 
"... Katanya dia tahu dari orangtua gue." 

Untuk Perfection karya kak Clara, saya memberikan 4 dari 5 bintang. Kedepannya saya akan menambahkan karya-karya kak Clara ke dalam wishlist ^^

Looking Through Rose-Tited Memory karya kak Tari. Berbeda dengan empat penulis lain yang sudah pernah saya dengar namanya dan tau akan karya-karya sebelumnya, nah kalau kak Kutari ini saya baru dengar namanya, ternyata sebelumnya kak Tari menulis dengan nama penah ya? Emm nanti saya selidiki lagi deh karya-karyanya :D soalnya juga suka sama pembawaan ceritanya, saya ngerasa nyaman bacanya. Nggak nyangka juga sih sejarah dibalik si gaun istimewa tersebut. Berbanding terbalik dengan kisah-kisah sebelumnya yang bisa dikatakan romance, cerita terakhir ini malah sedikit horor ._. Saya rasanya hati-hati banget ngereview cerita ini, takutnya spoiler >,<
Di akhir cerita kita akan kembali bertemu dengan potongan sedikit potongan cerita Jihan dan Arkan. Untuk Looking Through Rose-Tited Memory karya kak Kutari ini, saya kasih 4 dari 5 bintang.

Btw, warna covernya nggak sesuai sama warna cover di goodreds >,< di goodreds covernya warna pink lembut, ternyata aslinya gini...




Nggak apa-apalah, saya suka covernya, maniys sangat~
Saya mendapatkan Intertwine ini dari Giveaway kak Sisca di blognya, hihi makasih kak Sisca dan Penerbit Haru ^^

Review ini diikutkan dalam :



P.S : Maafkeun review saya kali ini yang cukup belibet :( dan cenderung tak masuk akal.

=Fikriah Azhari, 07 Mei 2015=

2 komentar:

  1. still coriuos with this book <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi bukunya keren Fin ^^ awal yang manis dan ending yang mendebarkan :D semoga bisa baca secepatnya ya ^^

      Hapus

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS