Tampilkan postingan dengan label GPU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GPU. Tampilkan semua postingan

[Review] Some Kind of Wonderful by Winna Efendi

Senin, 20 Februari 2017


Judul : Some Kind of Wonderful
Penulis : Winna Efendi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Januari 2017
Tebal : 360 halaman
Harga : Rp79.000
ISBN : 978-602-03-3555-1

Blurb:
Liam Kendrick dan Rory Handitama memahami arti kehilangan. Liam pergi ke Sydney dengan dalih menggapai impian sebagai koki, walau alasan sebenarnya untuk menghindari cinta pertama yang bertepuk sebelah tangan. Di lain pihak, Rory sedang berusaha menata kehidupannya setelah suatu insiden membuatnya kehilangan orang-orang yang disayanginya, dan melepaskan impiannya sendiri sebagai pemusik. 
Keduanya paham arti berduka, meski belum mengerti caranya. Kesedihan dan kesepian mendekatkan Liam dan Rory, sampai akhirnya ada rasa lain yang menyusup. Saat perasaan sudah tak terelakkan, Liam dan Rory terjebak keraguan, dan rasa lama masih terlalu kuat untuk dilupakan. Dapatkah dua orang yang pernah mencintai orang lain dengan segenap hati menyisakan ruang bagi satu sama lain?

[Review] Love In City of Angels by Irene Dyah

Sabtu, 18 Februari 2017


Judul : Love In City of Angels
Penulis : Irene Dyah
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : November 2016
Tebal : 216 halaman
Harga : Rp58.000
ISBN : 978-602-03-3491-2

Blurb:
“Memori Ajeng terlalu berharga untuk menyimpan data para pria. Dia sosok lajang mandiri yang anti jatuh cinta. Penasaran saya akan kisahnya!”-          - Luckty G.S. Blogger buku & pustakawan sekolah 
Ajeng

Gadis kota besar yang bisa sangat bitchy dalam banyak hal, terutama pernikahan. Baginya, cinta cuma mitos. 

Yazan Khan

Malaikat. Master Yoda, si Poker Face. Ketenangannya menemani Ajeng membeli test pack, setenang saat ia menyelipkan bunga di tangan gadis itu. Pendek kata, mengerikan. 

Earth

Pria yang beresiko membuatmu lupa segala, termasuk namamu sendiri. 

Cheetah

Mamalia yang sebaiknya tidak disebut-sebut di depan Ajeng. 

Ibu

Dicurigai sudah kehilangan akal sehatnya mau menerima lagi pecundang itu. 

Masjid Jawa di Bangkok

Tempat kisah-kisah bermula. 

Krung Thep alias City of Angels alias Bangkok

Di kota ini, terlalu tipis batas antara iman dan godaan. Ajeng lebih suka menyebutnya The Sin City.

[Review] Damn! It's You! by Pelangi Tri Saki

Minggu, 22 Januari 2017


Judul : Damn! It's You!
Penulis : Pelangi Tri Saki
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Januari 2017
Tebal : 232 halaman
Harga : Rp58.000
ISBN : 978-602-03-3661-9

Blurb:
“Gue mau lo pindah ke Atlanta.”  

Gara-gara kalah taruhan sama Saba, Nigi harus menanggung konsekuensi besar: dia harus pindah sekolah! Namun, mana mungkin Nigi ninggalin sekolah tersayangnya, temen-temennya, serta jabatan ketua OSIS? Meski masa jabatan OSIS-nya sudah nyaris habis, tetap saja Nigi nggak mau pindah sekolah karena alasan konyol. Lagi pula, dia kan baru kenal cowok muka datar itu!

Saat Nigi yakin untuk menolak hasil taruhan, orangtuanya malah sudah mengurus kepindahannya. Tentu saja dia stres banget. Gimanapun juga, dia bakal satu sekolah dengan Saba. Malapetaka buat Nigi, kan?

Namun, apa iya benar-benar malapetaka? Gimana kalau ternyata ada hal-hal mengejutkan tentang Saba? Gimana kalau Nigi telanjur penasaran dengan cowok misterius itu? Dan bagaimana kalau… Saba naksir Nigi?

[Review] Hujan by Tere Liye

Minggu, 09 Oktober 2016


Judul : Hujan
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Cetakan kedua - Januari 2016
Tebal : 320 halaman
ISBN : 978-602-03-2478-4
Harga : Rp68.000

Blurb:
Tentang persahabatan
Tentang cinta
Tentang perpisahan
Tentang melupakan
Tentang hujan


[Review] When Another Winter Comes by Ilana Tan

Minggu, 25 September 2016


Judul : When Another Winter Comes
Penulis : Ilana Tan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 176 hlm
Terbit : Agustus 2016
Harga : RP69.000
ISBN : 978-602-03-3234-5 

Blurb:
Winter In Tokyo. Stories and Photos from Behind The Scenes. When Another Winter Comes, A Novella by Ilana Tan

[Review] Jejak Sujud Pengelana by The Tiny Travellers

Minggu, 03 Juli 2016


Judul : Jejak Sujud Pengelana
Penulis : The Tiny Travellers
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Juni 2016
Tebal : 80 halaman
Harga : Rp55.000
ISBN : 978-602-03-3078-5

Blrub:
Di tempat ini kami bersimpuh melantunkan doa dan puja Bersujud dalam syukur, bertafakurMendaras ayat-ayat indah-Mu, mengirimnya tinggi menembus langit biru 

Sudah memasukkan masjid ke dalam destinasi pengisi akhir pekan atau liburan bersama keluarga? Alih-alih “agenda rutin” ke taman hiburan dan pertokoan, ayo datangi masjid. Hilangkan kesan serius dan tegang; ganti dengan kenangan serba hangat menyenangkan. Pupuk rasa cinta masjid di benak anak-anak kita. Karena sesungguhnya, masjid lebih daripada sekadar bangunan tempat bersujud. Banyak kisah, sejarah, rekaman budaya, dan arsitektur menakjubkan yang melekat padanya.
 
Bawalah buku yang memuat kecantikan 14 masjid Nusantara ini berkelana dan temukan masjid favorit Anda bersama orang-orang tercinta.
Peluklah anak-anak kita, teteskan air mata cinta di ubun-ubun merekaAjarkan kepada mereka tentang berlembut hati kepada sesamaDan hangatkan hati mereka dengan kasih sayang Sang Pencipta

[Review] The Architecture of Love by Ika Natassa

Senin, 23 Mei 2016


Judul : The Architecture of Love
Penulis : Ika Natassa
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 304 halaman
Harga : Rp84.000
Terbit : Cetakan pertama, Mei 2016
ISBN : 978-602-03-2926-0

Blurb:
“People say that Paris is the city of lovem but for Raia, New York deserves the title more. It's not fall in love with the city like It's almost impossible not to fall in love in the city. 
New York mungkin berada di urutan teratas daftar kota yang paling banyak dijadikan setting cerita atau film. Di beberapa film Hollywood, mulai dari Nora Ephron's You've Got Mail hingga Martin Scorsese's Taxi Driver, New York bahkan bukan sekedar setting namun tampil sebagai "karakter" yang menghidupkan cerita.
Ke kota itulah Raia, seorang penulis, mengejar inspirasi setelah sekian lama tidak mampu menggoreskan satu kalimat pun.
Raia menjadikan setiap sudut New York "kantor"-nya. Berjalan kaki menyusuri Brooklyn sampai Queens, dia mencari sepenggal cerita di setiap jengkalnya, pada orang-orang yang berpapasan dengannya, dalam percakapan yang dia dengar, dalam tatapan yang sedetik dua detik bertaut dengan kedua matanya. Namun bahkan setelah melakukan itu setiap hari, ditemani daun-daun menguning berguguran hingga butiran salju yang memutihkan kota ini, layar laptop Raia masih saja kosong tanpa cerita. 
Sampai akhirnya dia bertemu seseorang yang mengajarnya melihat kota ini dengan cerita berbeda. Orang yang juga melihat kota ini dengan cara berbeda. Orang yang juga menyimpan rahasia yang tak pernah dia duga.

[Review] Replay by Seplia

Selasa, 29 Desember 2015


Judul : Replay
Penulis : Seplia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : November 2015
Tebal : 216 halaman
Harga : Rp50.000
ISBN : 978-602-03-2319-09
Bisa dibeli di : Bukupedia (Rp50.000)


Blurb:
Nada pernah berjanji tidak akan membiarkan orang lain bunuh diri. Tapi sejak mengenal Audy, ia kehabisan akal dalam menepati janji tersebut. Audy, gadis yang berulang kali mencoba bunuh diri itu, begitu penuh kejutan. 
Ujian tari membuat Nada terpaksa meminta bantuan Nino, pacar Audy, untuk mengiringi komposisi tariannya. Ia tidak memahami perasaan hangat yang timbul setiap melihat pemuda itu bernyanyi sambil memainkan jemari di tuts piano.  
Nada tidak menyadari bahwa secara perlahan kehadirannya mengganggu hubungan Nino dan Audy. Perlahan, Nada menjadi orang yang ia benci. Seperti wanita yang merebut ayahnya dan membuat ibunya bunuh diri. 
Dapatkah Nada menepati janji?

[Review] Perfect Scenario by Kezia Evi Wiadji

Minggu, 20 September 2015


Judul : Perfect Scenario
Penulis : Kezia Evi Wiadji
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Cetakan I September 2015
Tebal : 280hlm ; 20cm
ISBN : 978-602-03-2088-5
Bisa dibeli di : Bukupedia

Blurb :

"Dengar ya, kita harus pacaran!"

"HAH?"

"Mulai detik ini, lo pacar gue. Dan selama itu, lo ngga boleh jalan dengan cowok lain!"

"Eh, kamu kesurupan ya, tiba-tiba ngomong aneh begitu?!"

"Gue sadar seratus persen. Jadi dengar--"

"Sori, aku ngga mau!"

"Heh! Jangan ge-er dulu. Gue sebenarnya juga ngga mau pacaran sama lo. Tapi kali ini, mau ngga mau, kita harus!"  
***
Ajakan kencan ini akan membahagiakan Finda, seandainya ia menyukai Farel. Seandainya Farel bukan duri dalam dagingnya. Seandainya Finda tidak menyukai Niko (teman baik Farel). Dan seandainya Farel tidak sedang berkencan dengan Novi. Tetapi, ajakan kencan jauh dari romantis yang disodorkan Farel ini harus diterima Finda karena mereka mempunyai tujuan yang sama, yaitu membatalkan pernikahan orangtua mereka! 

[Review] Teenlit : Hey! You! by Pelangi Tri Saki

Minggu, 17 Mei 2015


Teenlit : Hey! You! by Pelangi Tri Saki


Judul : Hey! You!
Terbit : Mei 2015
Penulis : Pelangi Tri Saki
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama - Teenlit
Editor : Ruth Priscilia Angelina
Desain Cover : Orkha Creative
Harga : Rp.50.000
Tebal : 200 Halaman ; 20 cm
ISBN : 978-602-03-1627-7
Blurb :
“KAK ILLO SAYANGGG, BANGUN!!!” 
Teriakan dari balkon seberang rumah itu sudah setia menemani hari Zillo sejak
bertahun-tahun lalu. Pelakunya? Siapa lagi kalau bukan si bocah upil, Nadira,
cewek yang sudah naksir Zillo sejak mereka masih kecil. 
Dan sekarang si bocah upil itu masuk ke SMA yang sama dengan Zillo! Cewek itu mengintilinya ke mana-mana di hari pertama ospek, nekat nyanyiin lagu romantis yang nggak banget di depan semua anak, merusak reputasi Zillo sebagai ketua OSIS tampan dan terkenal. 
Tahun terakhir Zillo di SMA berubah jadi neraka!
Tapi, apa benar terasa kayak neraka? Kalau semua itu begitu menyebalkan,
kenapa Zillo jengkel waktu Nadi ditaksir ketua ekskul karate? Kenapa Zillo kesal
waktu sahabatnya sendiri berubah jadi overprotective ke Nadi? 
Masa iya dia jatuh cinta sama si bocah upil?!
Terus, gimana kalau ternyata Zillo terlambat jatuh cinta?

= "But, someday, I'll make you fall in love with me." - halaman 35 = 
Kata orang kalau udah cinta itu, rasanya pengen nempel terus sama doi. Begitu juga yang dirasakan oleh Nadira Nadhitama, atau lebih dikenal dengan 'Nadi'. Nadi ini adalah cewek cantik, pintar, dan juga memiliki suara bagus. Namun, sikapnya yang errr..... sedikit petikilan dan rela ngelakuin apa aja demi bisa dekat sama Arzillo Hermawan, malah membuat Zillo merasa ilfeel dengan Nadi. 

[Review] Where She Went by Gayle Forman

Minggu, 19 April 2015


Judul : Where She Went - Setelah Dia Pergi
Penulis : Gayle Forman
Alih bahasa : Poppy D. Chusfani
Editor : Dini Pandia
Sampul oleh : Marcel A.W.
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 240 Halaman
ISBN : 978-979-22-7650-3
Blurb : 
Lanjutan Jika Aku Tetap Di Sini (If I Stay) 
Tiga tahun sudah berlalu sejak cinta Adam menyelamatkan Mia setelah kecelakaan yang memorakporandakan hidup gadis itu... 
...dan tiga tahun sejak Mia pergi dari kehidupan Adam untuk selamanya. 
Sekarang Mia bintang muda sekolah musik klasik Juilliard dan Adam bintang rock terkenal. Ketika Adam terjebak di New York sendirian, takdir mempertemukan mereka lagi, untuk satu malam terakhir.
Sambil menjelajahi kota yang sekarang menjadi rumah Mia, Adam dan Mia kembali mengunjungi masa lalu dan membuka hati untuk masa depan—serta satu sama lain.
Pada bab pertama, kita akan disugukan oleh narasi yang dibawakan dengan sudut pandang orang pertama, yaitu Adam. 
"SETIAP pagi aku bangun dan berkata pada diri sendiri : Hanya satu hari, satu periode dua puluh empat jam untuk kaulewati." - Adam 
Kalimat di atas merupakan awal pembuka buku ini, kita bisa melihat rasa keterpurukan yang dialami oleh Adam. Ya, seperti judulnya 'Where She Went' setelah dia pergi. Siapa yang pergi? Siapa yang dimaksud dengan 'dia' di sini? Jawabannya adalah Mia Hall. Kita akan dibawa bersama Adam untuk menemaninya melewati hari-harinya setelah tiga tahun ditinggalkan oleh Mia.


"Bagaimana perasaanmu bahwa satu-satunya hal layak dalam hidupmu tercipta dari rasa kehilangan yang paling buruk?" - halaman 27 

Adam yang sudah berumur 21 tahun sekarang menjadi seorang bintang rock yang terkenal, ia mendapatkan berbagai platinum dan award. Namun karir yang gemerlang tak membuatnya bahagia, rasa keterpurukannya karena Mia yang pergi dari hidupnya masih terus menghantui hari-hari Adam, meskipun kejadian itu sudah 3 tahun yang lalu.

Mia Hall, sekarang adalah pemusik muda dari sekolah terkenal Julliard. Ya, pergi disini bermakna bahwa Mia pergi dari kehidupan Adam tapi bukan untuk selamanya seperti yang tertera di blurb.

Nyatanya Adam dan Mia masih bisa bertemu selama 3 tahun berlalu. Ah bukan, maksudku Adam lah yang awalnya melihat Mia lagi setelah 3 tahun berlalu. Saat itu ia melihat poster Mia yang berpakaian hitam, dengan cello bersandar di salah satu bahunya, rambutnya disanggul tinggi, seperti jenis gaya yang kelihatannya wajib dikenakan oleh musisi klasik. Di poster itu tertulis 'Serial Konser Muda Mempersembahkan Mia Hall'.

Ya, Mia sekarang sudah terkenal, ia bahkan mendapat predikat sebagai 'calon pengganti Yo-Yo Ma'. Adam pergi ke konser Mia, ia pergi bukan untuk melihat Mia, namun hanya untuk mendengar lantunan cello yang dibawakan oleh gadis itu, Adam pergi melihat konser Mia secara sembunyi-sembunyi.

"Malam ini aku akan mendengarkan. Dan itu sudah cukup." - Adam, halaman 39
Lalu apa yang akan terjadi dengan kisah mereka? Apakah mereka akan kembali bertemu? Jika iya, maka siapakah yang akan menemui siapa? siapa yang akan menampakkan diri duluan?

Ya, saya merasa lebih nyaman dengan Where She Went jika dibandingkan dengan If I Stay. Jika If I Stay menggunakan sudut pandang Mia, maka Where She Went menggunakan sudut pandang Adam. Ini adalah buku pertama yang menggunakan sudut pandang seorang cowok dari awal cerita sampai akhir cerita. Dengan sudut pandang adam ini, kita akan dibawa untuk mengetahui bagaimana rasa keterpurukan Adam setelah Mia pergi dari hidupnya. Adam berusaha melupakan, namun itu tidak mungkin berhasil ia lakukan. Ia mencintai Mia, ya! sangat mencintai Mia. 

Buku ini juga memperlihatkan beberapa flashback, seperti saat Mia sadar dari koma, ataupun saat keluarga Mia masih utuh. Adam disini digambarkan sebagai orang yang terpuruk akan kepergian Mia, bahkan saat Mia pergi sudah tiga tahun, namun Adam masih terpuruk. Adam lebih memilih menutup diri dan tinggal di rumah daripada berinteraksi dengan dunia luar. Saya pribadi nggak suka dengan sikap Adam ini, hey bahkan sudah tiga tahun yang lalu Mia pergi dari Adam, tapi Adam masih tetap saja dihantui oleh bayangan masa lalu? Oh ayolah Adam! bangkit dari masa lalu itu! Tapi disini Gayle Forman membuat saya mengerti bahwa keterpurukan Adam itu adalah sesuatu yang wajar.

Berbeda dengan buku sebelumnya yang lebih menampakkan sisi keluarga, di Where She Went sendiri lebih berfokus kepada kisah Mia dan Adam. Fokus kepada Adam dan Mia, kita akan dibawa ke dalam pertemuan kembali dua anak manusia yang 'dulunya' saling mencintai. Memang, pertemuan mereka begitu rumit, nggak langsung ketemu, ada tahap-tahap yang dijalani oleh Adam dan Mia sampai akhirnya kembali bertemu. Saat saya lagi penasaran-penasarannya tentang kisah selanjutnya, malah beberapa kali muncul flashback, ya flashback yang memang dibutuhkan sih. 

Di beberapa awal bab, terdapat penggalan-penggalan lagu yang bisa dibilang sebagai curhatan Ada x) di buku ini, Adam rasanya seperti curhat kepada pembaca soal kegalauannya *digetokAdam*

Lagu yang sering muncul di awal bab ini sangat err... gimana gitu. Adam mencurahkan isi hatinya dengan membuat lagu. Lgu-lagu yang ada dalam Collateral Damage rasanya sangat nyaman, jadi jika Where She Went juga akan dibuat film seperti If I Stay yang filmnya dirilis tahun lalu, maka wajib lah untuk menghadirkan lagu-lagu tersebut.
Ini adalah salah satu dari banyaknya lagu Colleteral Damage yang muncul di buku ini :




Cover buku ini cukup sederhana, ya dengan sebuah gitar yang dibali dengan latar pintu hijau yang warnanya sudah agak pudar, sangat berbanding terbalik dengan cover aslinya. Namun cover ini manis, dapat mengeluarkan arti buku ini. Ya, musik.



(cover asli Where She Went)

Gitar, ya itu adalah sebuah alat musik yang juga akan hadir dalam cerita ini. Musik di cerita ini sangat memiliki peranan penting, musiklah yang membuat Mia bangkit setelah koma, dan musik pula yang akhirnya kembali mempertemukan Adam dan Mia.

Inti dari buku ini adalah..... kadang bahkan jika kau telah mendapatkan apa yang kau mau atau apa pun yang menjadi mimpimu, belum tentu juga kau akan bahagia dengan hal tersebut. Mungkin, kebahagiaan bisa lebih terjamin jika kau bersama dengan orang yang kau cintai--- dan juga yang mencintaimu.

Pokoknya novel ini keren :D dan em jangan lupa baca If I Stay dulu sebelum baca Where She Went ;) Review If I Stay bisa dilihat di sini

Rating : 4 dari 5

Saya membaca novel ini selama seminggu >,< soalnya saya ikutan #TantanganBaca yang diadakan kak @RyAzzura hihi keren juga sih diadaiin tantangan baca selama seminggu, dan yang ikutan juga lumayan banyak :D berhubung saya lagi libur selama seminggu karena kakak kelas lagi UAS, jadi minggu lalu saya memutuskan untuk ikutan tantangan ini ^^ tapi, kalau kak @RyAzzura lagi-lagi ngadain #TantanganBaca untuk minggu depan, saya nggak ikut ya kak *lihat jadwal ulangan Matematika dan IPA buat minggu depan #NasibAnakSMP* Huhu minggu depan banyak tugas >,< belum lagi ulangan dan presentase, jadi saya nggak ikutan dulu kalau emang diadain lagi kak :D


.:BACA ITU KEREN! NULIS ITU HEBAT!:.
Sekian~

[Review] If I Stay by Gayle Forman

Selasa, 14 April 2015


Judul : If I Stay - Jika Aku Tetap Di Sini
Penulis : Gayle Forman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 199 Halaman
Terbit : Februari 2011

Blurb : 
Mia memiliki segalanya: keluarga yang menyayanginya, kekasih yang memujanya, dan masa depan cerah penuh musik dan pilihan. Kemudian, dalam sekejap, semua itu terenggut darinya. 
Terjebak antara hidup dan mati, antara masa lalu yang indah dan masa depan yang tidak pasti, Mia menghadapi satu hari penting ketika ia merenungkan satu-satunya keputusan yang masih dimilikinya---keputusan terpenting yang akan pernah dibuatnya. 
"Amat sangat menyentuh." --Publishers Weekly, starred review
"Brutal sekaligus indah." --School Library Journal, starred reviewa commands.
Bercerita tentang Mia, seorang gadis yang lahir di keluarga pemusik. Ya, sepertinya hidupnya harmonis, lahir di keluarga yang bahagia, mempunyai seorang pacar yang sangat mencintainya, dan juga kegemarannya terhadap cello sebagai kepastian masa depannya yang akan cerah.

Mia Hall, ia adalah seorang gadis berusia tujuh belas tahun yang mahir bermain cello. 
Pada awal cerita, kita akan disugukan dengan narasi yang dibawakan oleh Mia, tentang salju yang sedang turun pagi itu dan menyebabkan sekolah libur. Lalu adegan selanjutnya akan terjadi di meja makan, percakapan antar anggota keluarga, Mia, Dad, Mom, dan Teddy. Mom mengatakan bahwa ia melihat foto pacar Mia di koran, yaitu Adam Wilde. Jika kalian bertanya mengapa foto Adam ada di koran, maka jawabannya adalah karena Adam adalah salah satu anggota Shooting Star, band yang sedang naik daun, Adam pun tidak sendiri di koran tersebut, tetapi bersama anggota lainnya, dituliskan di koran tersebut bahwa Shooting Star akan menjadi band pembuka tur nasional Bikini di Portland.

Pagi itu, keluarga Mia Hall merencanakan untuk pergi  berjalan-jalan sembari mengunjungi Henry dan Willow yang merupakan teman band lama Mom dan Dad. Sebelum berangkat, mereka terlebih dahulu memilik musik yang akan didengarkan dalam perjalanan, ya mungkin sempat terjadi perdebatan saat itu. Setelah musik selesai dipilih, mereka pun memulai perjalanan, saat itu jalan dihiasi tumpukan salju dimana-mana, Mia mengamati kilasan hijau gelap berupa pepohonan cemara bersaput salju, sulur-sulur tipis kabut putih, dan badai kelabu yang tebal di langit. Mobil mereka terasa hangat, Mia gembira karena bisa berada satu mobil bersama keluarganya. Lalu Mia menikmati suasana tersebut, ia kemudian memejamkan matanya.

Lalu suasana berubah, bukan lagi kehangatan yang ia rasakan. Mobil yang dikendarai Mia sekeluarga hancur berantakan. Truck Pickup bermuatan empat ton dengan kecepatan sekitar seratus kilometer per jam yang memiliki kekuatan seperti bom atom menghantam sisi penumpang mobil keluarga Mia, pintu-pintu terlepas, bangku penumpang depan terbang menembus jendela sisi pengemudi. Roda-roda dan kap depan terlempar jauh ke tengah hutan. Benturan tersebut memercikkan api pada serpihan-serpihan tangki bensin, sehingga api-api kecil menjilati jalanan yang basah. Hancur, itulah kata yang bisa mendeskripsikan mobil Dad tersebut.

Tapi Mia masih bisa melihat rupa mobil itu. Mia kemudian sadar bahwa dia berdiri di selokan pada sisi jalan, lalu ia kembali sadar bahwa rok jins, sweeter rajutan, dan sepatu bot hitam yang ia kenakan tadi pagi masih sama, masih utuh seperti saat dia meninggalkan rumah. Tapi untuk memastikan keadaan mobil tersebut, akhirnya ia memanjat parit, dan ternyata mobil keluarganya sudah berbentuk kerangka besi, tanpa bangku, dan tanpa penumpang.

Lalu kemudian Mia melihat Dad juga Mom yang ternyata meninggal ditempat. Harapan terakhirnya tinggal Teddy, sang adik. Mia bingung, Mia syok. Lalu akhirnya ia melihat ke arah parit tadi dan menemukan ada tangan yang mencuat, Mia berpikir bahwa itu pasti adalah tangan Teddy, ia pun berlari kearahnya. Namun sekali lagi ia dibuat terkejut, itu bukan Teddy, tapi ternyata itu dirinya sendiri, itu Mia Hall.

Ambulans pun mulai datang, membawa Mia ke sebuah rumah sakit terdekat. Namun itu belum cukup, akhirnya Mia diterbangkan dengan helikopter ke rumah sakit yang lebih baik. Namun pertanyaan utama disini adalah "Ada Apa yang Terjadi pada Mia?" Jiwa dan tubuhnya terpisah. Jiwanya masih bisa menyaksikan apa pun yang terjadi, namun tubuhnya sekarang dalam keadaan mengenaskan, bahkan sempat kritis. Sebenarnya apa yang terjadi padanya?

Lalu kemudian apa yang harus ia pilih untuk hidupnya? Apakah ia harus tetap tinggal? atau malah pergi seperti Mom dan Dad? Lagipula bagaimana Mia bisa menjalani hidup ini tanpa Mom dan Dad? Di sisi lain masih ada Adam sang kekasih yang setia ada di sampingnya.

Lalu apakah Mia memilih untuk tinggal, tetap bersama orang-orang di dunia yang masih menyayanginya? atau ia memilih untuk pergi? bersama Mom dan Dad?


Buku ini bercerita menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu Mia. Hoho pada saat akan membaca buku ini, saya berpikir bahwa saya akan dibuat menangis dengan kisahnya. Namun, jujur saya agak kecewa karena tidak sesuai harapan saya, novel ini nggak buat saya nangis. Hampir nangis sih ya, HAMPIR. Saya rasa masih ada beberapa kata yang harus diperbaiki di buku ini, masih ada kesalahan pemenggalan kata yang membuat saya kurang nyaman. Juga saya menemukan kalimata yang errr nggak masuk akal, maksud saya disini adalah mungkin terjemahannya sedikit melenceng dari maksud sesungguhnya. 

Kelebihan dari novel ini adalah tema keluarga yang diangkat oleh Gayle Forman.
Saya rasa Mia adalah salah satu orang paling bahagia di dunia ini. Keluarga, sahabat, dan pacar yang selalu ada untuknya, juga masa depan cerah sebagai pemusik terkenal. 

Dan Adam adalah orang yang manis saya rasa, dia rela melakukan apa pun untuk Mia. Saya akui bahwa ada beberapa adegan di novel ini yang tidak pantas untuk saya baca. Oke maafkanlah saya. Dan ternyata buku ini sudah difilmkan. Apakah saya berniat menonton filmnya? Jawabannya adalah Ya! Tentu saya, tetapi sebelumnya, adegan-adegan yang errr kurang pantas untuk saya lihat sebaiknya disensor dulu ya x)

Dibalik pembatas buku If I Stay, ada sebuah kalimat, "Apa yang akan kaulakukan jika kau harus memilih?". Saya rasa kalimat itu sangat pas untuk Mia, seakan-akan bahwa Mia bertanya pada kita semua, para pembaca. Lalu apa jalan yang dipilih oleh Mia? Tetap tinggal? atau Pergi? Lalu, apakah pilihan tersebut akan berhasil? Apakah dia sepenuhnya memegang kendali penuh untuk memilih? atau apakah sebenarnya pilihan tersebut sudah ditentukan sejak awal oleh takdir?

Kemudian, bagaimana kelanjutan kisah Adam dan Mia? Tenang, sekuelnya yaitu Where She Went sudah ada di tangan. Btw, If I Stay dan Where She Went ini adalah novel punya tante saya ;3 hoho terima kasih tante! Nanti kalau selesai baca pasti dikembalikan kok. 

Rating : 3.5 dari 5

[Review] In a Blue Moon by Ilana Tan

Senin, 30 Maret 2015


Judul : In a Blue Moon
Penulis : Ilana Tan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : April 2015
Harga : Rp.70.000
ISBN : 978-602-03-1462-4
BLURB :
“Apakah kau masih membenciku?”“Aku heran kau merasa perlu bertanya.” 
Lucas Ford pertama kali bertemu dengan Sophie Wilson di bulan Desember pada tahun terakhir SMA-nya. Gadis itu membencinya. Lucas kembali bertemu dengan Sophie di bulan Desember sepuluh tahun kemudian di kota New York. Gadis itu masih membencinya. Masalah utamanya bukan itu—oh, bukan!—melainkan kenyataan bahwa gadis yang membencinya itu kini ditetapkan sebagai tunangan Lucas oleh kakeknya yang suka ikut campur. 
Lucas mendekati Sophie bukan karena perintah kakeknya. Ia mendekati Sophie karena ingin mengubah pendapat Sophie tentang dirinya. Juga karena ia ingin Sophie menyukainya sebesar ia menyukai gadis itu. Dan, kadang-kadang—ini sangat jarang terjadi, tentu saja—kakeknya bisa mengambil keputusan yang sangat tepat.
Kembali lagi dengan karya Ilana Tan, sang Penulis Mega-Bestseller itu berarti kita kembali terhanyut dalam kisah yang ia buat. Ini adalah novel keenam beliau yang aku baca. Sebelumnya aku telah membaca Summer in Seoul, Autumn in Paris, Winter in Tokyo, dan Spring in London yang terkabung dalam tetralogi 4 musim dan aku juga sudah membaca Sunshine Becomes You karya beliau. Sebelumnya, saat mendengar jika Ilana Tan akan segera kembali dengan karya sebelumnya, aku bertanya-tanya "Apakah kisahnya akan berakhir bahagia? atau malah kita akan bermain-main dengan kesedihan?"

Dan Alhamdulillah aku berhasil mengikuti Pre Order In a Blue Moon di bukubukularis dan berhasil mendapatkannya hari minggu kemarin. Satu kata untuk cover novel ini, manis. Di samping fakta yaitu diriku yang menyukai warna biru, cover novel ini memang sangat cantik dan manis. Kegelapan yang digambarkan dengan warna biru dan sebuah toko kue 'A Piece of Cake' dengan hiasan natal di sekitarnya, juga butiran salju yang turun dengan indahnya membuat cover ini tampak hidup dan dapat membuat para pembaca jatuh cinta.

Novel dengan tebal 318 halaman ini akan kembali membawa kita menikmati cerita lain tentang sepasang anak manusia yang bernaung di New York. Membuat kita kembali mengingat kisah sebelumnya, yaitu Sunshine Becomes You yang  membawa kita dapat berkenalan dengan Alex Hirano dan Mia Clark. Di kisah kali ini kita akan berkenalan dengan Lucas Ford dan Sophie Wilson, yang membuat kita akan mengerti apa arti kata maaf yang sesungguhnya, yang membuat kita akan tahu bahwa semua orang dapat berubah ke suatu hal yang lebih baik.

Lucas Ford, koki peraih bintang Michelin, juga pemilik Ramses yang merupakan restoran terbaik di New York. Pria tinggi yang memiliki mata biru gelap, tampan, rambut cokelat, dan juga kulit pucat yang bisa membuat semua wanita terpesona olehnya.  

Sophie Wilson, gadis berwajah Asia yang juga pemilik toko kue A Piece of Cake yang terkenal dengan tartlet nya yang enak. Gadis bersuara feminim, rambut hitam dengan potongan bob yang feminim, tubuh kecil, dan mata berwarna cokelat tua yang menyukai pertunjukan teater.

Mereka saling kenal, tapi bukan berarti mereka berteman. Mereka tidak akrab, tapi bukan berarti mereka tidak pernah bertemu sebelumnya. Mereka saling mengenal dan 'mungkin' pernah menjadi teman tapi, suatu kesalahan yang dilakukan salah satu pihak dari mereka membuat kekacauan yang dirasakan pihak lain.

"Lagi pula, permintaan maaf tidak akan mengubah apa yang sudah terjadi." - Sophie Wilson
Kesalahan yang dilakukan salah satu pihak membuat pihak lain merasakan imbasnya. Kesalahan yang dilakukan oleh Lucas Ford harus membuat masa-masa terakhir SMA Sophie Wilson terganggu dan  berubah menjadi mimpi buruk. Dan semua itu karena Lucas Ford. Catat, semua itu karena Lucas Ford. Dan apa yang dilakukan Lucas Ford? Minta maaf? Oh, bagaimana bisa itu terjadi jika bahkan perasaan bersalah pun ia tak punya?

Tapi, mimpi buruk itu akhirnya bisa hilang saat Sophie dan keluarganya memutuskan untuk pidah dari Chicago ke New York. Namun, apa daya jika takdir telah berbicara? Sepuluh tahun kemudian, akhirnya Sophie kembali bertemu dengan dengan pembawa mimpi buruk tersebut. Sophie kembali bertemu dengan Lucas. Lucas kembali bertemu dengan Sophie.

Ini semua karena kakek Lucas, Gordon Ford yang berencana menjodohkan Lucas dengan cucu temannya. Tapi, siapa yang menyangka jika ternyata cucu teman kakek Lucas adalah Sophie? Siapa sangka bahwa cucu dari Thomas Wilson yang tak lain adalah teman kakek Lucas adalah Sophie Wilson? Namun, apa daya jika takdir telah berbicara?


"Apa kau masih membenciku?
"Ya, aku heran kau merasa perlu bertanya."
Mereka bertemu kembali, Sophie dan Lucas bertemu kembali setelah sepuluh tahun yang lalu berpisah dengan kenangan masa SMA. Bertemu kembali di pesta pernikahan kakak pertama Sophie, yaitu Tyler. Lalu? jika takdir telah berbicara, maka apakah yang dikatakan oleh takdir tersebut? Apakah takdir akan mengatakan bahwa Lucas dan Sophie akan bersama? atau malah takdir akan mengatakan bahwa Lucas dan Sophie tidak seharusnya bersama?

Pertemuan pertama adalah sebuah ketidak sengajaan. Pertemuan kedua adalah sebuah kebetulan. Namun, pertemuan ketiga menandakan bahwa pertemua sebelumnya adalah sebuah takdir.
"Lagi pula, permintaan maaf tidak akan mengubah apa yang sudah terjadi." - Sophie Wilson
Ya, setelah pertemuan di pesta pernikahan kakak Sophie, akhirnya Lucas dan Sophie kembali bertemu. Dan akhirnya Lucas berusaha meminta maaf atas kesalahannya dulu kepada Sophie, namun Sophie menolak permintaan maaf itu, dia pikir dengan Lucas meminta maaf, itu hanya akan membuat perasaan Lucas lebih baik, bukan perasaan Sophie.
"Kalau kau sudah minta maaf, tapi permintaan maafmu tidak diterima. Apa yang harus kau lakukan?" - Lucas Ford
Sophie sepertinya membenci Lucas. Ya, siapa yang tidak akan membenci orang yang membuat masa SMA mu menjadi mimpi buruk? Tapi lama-kelamaan Sophie dan Lucas menjadi dekat. Lucas memperlihatkan ketertarikannya kepada Sophie. 


"Apakah kau tahu hanya garis tipis yang memisahkan perasaan benci dan cinta?"

Namun, di sisi lain ada seorang teman Lucas, yaitu model bernama Miranda Young dengan perawakan tinggi yang memiliki jenis kecantikan yang menonjol, menuntut perhatian dan kadang mengintimidasi, juga rambut merah, dan  mata hijau yang sepertinya menyimpan sebuah perasaan pada Lucas.
"Kenapa? Apakah apabila seseorang tertarik padamu berarti kau juga harus tertarik padanya?" - Lucas Ford
Selain Miranda Young, ternyata juga muncul seseorang dari masa lalu Sophie, yaitu  Adrian Graves. Ia mencoba kembali kepada Sophie. Mencoba kembali ada di sisi Sophie.

Ah juga ada Nicholas Li, seorang pria yang pernah meminta Sophie menjadi kekasih 'pura-puranya' saat menghadiri sebuah pesta.  

Lalu, bagaimana kelanjutan hubungan Lucas dan Sophie? Dan apakah Sophie nantinya akan memaafkan Lucas? Bagaimana pula dengan Miranda Young yang memilik harapan lebih kepada Lucas? Semua jawaban ada di In a Blue Moon karya Ilana Tan ^^ Yuk mari baca~

*Pendapat* :

Hua Huaaaa diriku membaca novel ini seleama kurang lebih enam atau tujuh jam >,< Satu kata yang menggambarkan novel ini, "Manis". Ya, novel ini manis hingga membuat diriku hampir diabetes. Kata-kata manis Lucas yang tidak terlalu berlebihan membuat nyaman dan menggambarjan sisi manis dirinya.

Cerita In a Blue Moon ini mengalir lancar dan juga nggak ngebosenin, saya bacanya cuma sekali duduk! Sekali lagi, Ilana Tan menggunakan latar lokasi di luar negeri, namun saya suka caranya membawakan cerita ini, mengingat latar New York dalam cerita, memungkinkan adanya adegan yang ya gimana gitu~ tapi ternyata nggak ada adegan-adegan yang nggak pantas kok, jadi novel ini aman buat remaja, salut buat Ilana Tan ^^.

Entah mengapa, diriku merasa kalau Ilana Tan membawakan novel ini dengan gaya baru, lebih fresh gitu. Dua puluh delapan bab ditambah prolog dan epilog yang sangat memukau. Gimana cara Lucas memperlakukan Sophie, gimana cara hubungan mereka bisa membaik, dan juga sikap Miranda Young yang membuatku jengkel -_-

Miranda Young, bisa dibilang sih dia baper (bawa perasaan) terhadap sikap Lucas kepadanya. Diriku lebih suka memanggilnya 'parasit' daripada memanggilnya sebagai teman Lucas. Maafkanlah aku, Miranda Young tapi kau memang menjengkelkan dan membuatku melatih kesabaran~ Dan, kalian tahu? Miranda Young sering mengaku bahwa dirinya adalah kekasih Lucas. Dan sebenarnya dia juga memanfaatkan Lucas untuk karirnya. Euwww~

Diriku juga sempat jengkel dengan Lucas saat tahu kesalahan apa yang Lucas buat hingga Sophie membencinya. Lucas kau jahat :''

Gordon Ford, sepertinya ia akan melakukan semua hal agar keinginannya tercapai x) ia juga adalah sosok kakek yang 'sedikit' menjengkelkan namun sayang terhadapa cucunya, juga sedikit kocak. 

Dan sepertinya jadi Sophie cukup enak, ia mempunyai dua kakak laki-laki yang sayang dan perhatian padanya. Ada cowok yang deketin Sophie? duh siap-siap berhadapan sama Tyler dan Spencer dulu deh~

Ah, jangan juga lupa sama Jared Newt -,- dia itu seperti teman dekat Lucas sekaligus manager di Ramses. Ah ya! apakah kalian ingat Ramses? itu lohh restoran yang pernah dikunjugi Mia bersama teman-temannya di Sunshine Becomes You >,< dan siapa sangka bahwa ternyata pemilik Ramses adalah Lucas? 

Adegan yang paling kusukai di novel ini adalah saat Lucas mengatakan kepada Sophie bahwa Sophie mungkin tidak sempurna, tapi Sophie sempurna untuk Lucas. Ah abang Lucas, kau manis sekali >,<

Dan em apakah kalian ingat artikel yang pernah kutulis mengenai keterkaitan antara Sunshine Becomes You dan In a Blue Moon? bisa kalian baca di sini. Ada satu kesalahan di sana, ternyata gadis penjaga toko kue yang kaget saat Mia pingsan bukanlah Sophie, tetapi karyawan toko Sophie yang bernama Christina. Sophie sendiri saat itu sedang pergi ke sebuah pesta dan tanpa sengaja bertemu dengan Lucas. Sophie dihubungi oleh Christina dan Sophie sendiri juga cukup kaget saat mengetahui ada pelanggannya yang pingsan.

Dan, 320 halaman menurutku masih kurang untuk kisah Lucas dan Sophie >,< *duh maafkeun Aku ya kak Ilana Tan* dan juga diriku masih kangen dengan karya Ilana Tan hoho >,<

Jadi, seperti Sunshine Becomes You yang membuat kita bingung dengan makna judulnya dan akhirnya dapat mengetahui bahwa Sunshine Becomes You adalah judul lagu yang khusus Alex Hirano buat untuk Mia Clark. Maka, untuk mengetahui makna dari Blue Moon, kita akan menemukannya saat membaca novel ini. Once In a Blue Moon, sesuatu yang jarang terjadi, atau mungkin jarang sekali terjadi(?)

Typo? Aku nggak nemuin typo di novel ini. Apa memang nggak ada typo atau aku yang terlalu menghayati baca In a Blue Mon sampai-sampai nggak nemuin typo?

Terima kasih buat Gramedia Pustaka Utama yang selalu nerbitin bukunya Ilana Tan >,< ditunggu lagi ya buku terbarunya :D .

Amanat yang terkandung dalam novel ini adalah semua orang bisa berubah, ya walaupun dahulu dia mungkin telah merusak hari-hari kita tapi jika dia telah berubah menjadi lebih baik dan telah meminta maaf, maka apa salahnya jika kita memaafkannya? Sekiranya kita berusaha untuk menghapus kenangan pahit masalalu dan melihat perubahan yang dibuat oleh 0rang tersebut untuk menjadi lebih baik.

5 dari 5 bintang untuk In a Blue Moon \^o^/ ditunggu lagi karya-karyanya Ilana Tan ^^ kuharap kau tidak membuatku menunggu beberapa tahun lagi. Dan terima kasih karena telah membuat kisah manis yang bisa membuatku meleleh. Ilana Tan, setelah Alex Hirano, lagi-lagi kau membuatku jatuh cinta akan karakter yang kau buat, ah Lucas Ford kau membuatku jatuh cinta~. Dan yang terakhir, salam untuk Sophie dan Lucas, juga kakek Lucas, ah ya! Salam juga untuk Miranda~

Teruntuk Ilana Tan, jika anda membaca Review ini, aku cuma mau bilang kalau aku suka banget karya-karya mu :) terus berkarya dan jangan membuat kami para pembaca sekali lagi lama menunggu ^^

Catatan : saya semangat banget nulis review ini >,<

Wishful Wednesday #5

Kamis, 12 Februari 2015

Assalamu Alaikum Rabu ^^
Saatnya post 'Wishful Wednesday'

1. People Like Us

Judul : People Like Us
Genre : Sad Romance
Penulis : Yosephine Monica
Tebal : 330 Halaman
Harga : Rp.54.000
Terbit : Juni 2014

Sinopsis : 
Akan kuceritakan sebuah kisah untukmu.
Tentang Amy, gadis yang tak punya banyak pilihan dalam hidupnya.
Serta Ben, pemuda yang selalu dihantui masa lalu. 
Sepanjang cerita ini, kau akan dibawa mengunjungi potongan-potongan kehidupan mereka.
Tentang impian mereka,
tentang cinta pertama,
tentang persahabatan,
tentang keluarga,
juga tentang..., kehilangan. 
Mereka akan melalui petualangan-petualangan kecil, sebelum salah satu dari mereka harus mengucapkan selamat tinggal. 
Mungkin, kau sudah tahu bagaimana cerita ini akan tamat.
 Aku tidak peduli.
Aku hanya berharap kau membacanya sampai halaman terakhir.
Kalau begitu, kita mulai dari mana?
2. Cheeky Romence

(Cetakan Pertama)


(Cetakan baru)
Judul :Cheeky Romance
Penulis: Kim Eun Jeong
Genre : Romance-comedy
Kategori: Fiksi, novel terjemahan
Penerbit : Haru
ISBN: 978-602-7742-02-4
Tebal :  450 hlmn
Harga : Rp.65.000
Terbit :  Oktober 2012
Sinopsis
Wanita yang  tingkahnya tidak terduga, si ibu hamil nasional”, vs laki-laki yang selalu dianggap sempurna,si dokter nasional”. 
Aku adalah seorang reporter. Saat aku sedang bekerja, di tengah syutingmuncul seorang dokter kandungan yang marah-marah seperti orang gila dan menuduhku sebagai ibu hamil. Celakanya, acara itu sedang ditayangkan ke seluruh penjuru negeri. Akibatnya, aku dikenal sebagai “ibu hamil nasional”, bahkan sampai punya pahlawan pelindung segala 
Mendengar seseorang ingin menghapus anaknya, rasanya aku ingin segera menuntut perempuan itu. Suatu hari, aku bertemu lagi dengan perempuan bodoh itu. Berani-beraninya seorang ibu hamil minum alkohol di hadapanku, si dokter kandungan? Sampai makan kacang merah dan ikan fugu yang berbahaya bagi janin? Perempuan ini benar-benar kelewatan

3. Bumi

Judul : Bumi
Penulis : Tere Liye
Terbit ; Januari 2014
Harga : Rp.88.000
Penerbit ; Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis
Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya si Putih dan si Hitam. Mama dan papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-temanku baik dan kompak.
Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan.
Namaku, Raib. Dan aku bisa menghilang.
Buku pertama dari serial “BUMI”
Katanya People Like Us itu bikin nangis, terus Cheeky Romance itu bikin ngakak, dan Bumi itu ceritanya agak fantasy gitu >,< Ah pokoknya mauuu baca^.^
Ngomong-ngomong, sebagian dari Wishlist ku sudah terkabul loh! Alhamdulillah dibeliin sama tante :D Tapi, gak dapat Audy 4R huhu :( , waktu itu lagi habis katanya, jadi Audy 21 nya disimpan dulu, nungguin Audy 4R DIBELIIN lagi baru bisa baca Audy 21*lirik-lirik tante*

Jadi, Wishful Wednesday-ku yang sudah terkabul adalah:
1. Single Ville
2. The Chronicles of Audy 21

dan tambahan, buku-buku yang sebenarnya sudah saya rencanakan akan saya masukkan dalam Wishful Wednesday minggu ini, tapi sudah dibeliin sama tante >,< :
1. Bonus Track

So? apa WishfulWednesday kalian? yuk berbagi dengan  cara berikut : 
  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS