Tampilkan postingan dengan label Gagas Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gagas Media. Tampilkan semua postingan

[Review] Matt & Mou by Wulanfadi

Sabtu, 05 November 2016



Judul : Matt & Mou
Penulis : Wulanfadi
Penerbit : Gagasmedia
Terbit : Oktober 2016
Harga : Rp79.000
ISBN : 978-979-780-872-3

Blurb:
“Lo aja masih ngelak sama perasaan lo. Gimana dia mau berharap lebih?" 
Namanya Matt. Cowok antisosial yang bisa kau temui di pojok kelas, atau di kantin dengan buku bacaan tebalnya. Benar-benar tertutup. Apalagi soal perasaan. Kematian ayahnya semakin membuat Matt enggan membuka diri. 
Lain lagi dengan Mou. Cewek hiperaktif yang bisa kau temui di keramaian kantin, atau di lapangan sekolah sebagai pemandu sorak. Benar-benar terbuka. Apalagi soal perasaan. Perceraian orangtuanya membuat Mou terpaksa menutupi kesedihan dengan tawa.Keduanya bersahabat karena kegigihan Mou. 
Lalu, dalam persahabatan..., apa wajar jika timbul kata cinta? Jika itu terjadi, apakah persahabatan akan tetap sama? Bagaimana jika mempertahankan persahabatan menyisakan sakit saja? Dan, benarkah cinta akan memihak jika kau sungguh-sungguh dengan segenap hati dan rasa? 
Kisah dua orang sahabat yang memendam rasa, tetapi tak berani mengambil kesempatan. Sebuah novel yang menyentuh hati banyak pembaca dan membuat mereka menguraikan air mata. 

[Review] Jika Aku Milikmu by Bernard Batubara

Sabtu, 28 November 2015


Judul : Jika Aku Milikmu
Penulis : Bernard Batubara
Penerbit : Gagasmedia
Terbit : Cetakan Pertama, Oktober 2015
Tebal : 262 hlm
Harga : Rp59.000
ISBN : 979-780-839-6
 Blurb :
Bisakah cinta tumbuh tanpa keragu-raguan?
*
[Sarif] Bila suatu ketika cinta datang dan menghampirimu,mampukah kau menerima ketidaksempurnaan yang dibawa oleh cinta? 
[Nur]Berapa lama yang dibutuhkan untuk mengubah keragu-raguan menjadi cinta?Mungkin tidak selama waktu yang diperlukan untuk memupuk luka. 
[Mei]Di dalam setiap alunan melodi rindu, ada satu nada yang berbeda.Seperti perasaan ganjil tentang cinta yang tidak semestinya—yang saat ini kurasa. 
**Jika suatu hari nanti, tiba waktunya kau untuk mencintai,bisakah kau memberikan cinta kepada seseorang yang tidak sempurna?

[Review] I Need You ; I Just Can't Show You by Yoana Dianika

Jumat, 18 September 2015


Judul : I Need You ; I Just Can't Show You
Penulis : Yoana Dianika
Penerbit : Gagasmedia
Tebal : vii + 320 Halaman
Terbit : Mei 2015
Harga : Rp55.000
ISBN : 979-780-810-6

Blurb :


Ini kisah tentang harapan, yang seumpama layang-layang.Jika kau tarik terlalu kuat, ia akan putus.Jika kau biarkan terlalu longgar, ia akan lepas. 
[Amalia]Aku menyukaimu, apakah isyaratnya tak pernah terbaca?Kau tak perlu menjadi pembaca pikiran untuk itu.Terlalu nyata segala rasa yang ada untukmu.
Kau memintaku tak beranjak pergi, tetapi mengapa kau tak ikut duduk di sini?Aku telah tahu segala hal tentangmu—kecuali tentang perasaanmu. 
[Ivan]Bersamamu, tak pernah kurasakan sepi.Tanpamu, ada sesuatu yang hilang.Namun, saat kau isyaratkan cinta, mengapa tak kutemukan sesuatu yang menyala? 
[Sev]Benarkah harapan juga bisa kedaluwarsa?Habis masanya ketika waktu memberimu jarak; kepada cinta yang tak pernah kau ungkap.

Harapan, sesuatu yang membuatmu mampu bertahan dalam keadaan tersulit sekalipun.Beri ia isyarat—agar ia tak lagi tersesat.

[Review] I Love You ; I Just Can't Tell You by Alvi Syahrin

Jumat, 04 September 2015


Judul : I Love You ; I Just Can't Tell You
Penulis : Alvi Syahrin
Penerbit : Gagasmedia
Harga : Rp55.000
Terbit : Juni 2015
Tebal : xiv + 326 halaman
ISBN : 979-780-805-X
Bisa dibeli di : Bukupedia (Rp55.000)

Blurb :
Ini kisah cinta pertama.
Cinta yang polos dan meragu,menjebakmu dalam momen katakan-tidak-katakan-tidak,membuatmu bertanya, “Apakah rasa ini akan sepadan dengan hasilnya?”

[Daisy]Aku telah jatuh cinta. Untuk kali pertama.Cinta yang membuat harapku terbang ke angkasa.Namun...Akankah dia menyadari hadirku kala aku sendiri ingin bersembunyi, dari tubuh remaja tujuh belas tahun yang tak tumbuh sebagaimana remaja lainnya? 
[Alan]Tidak semua laki-laki sama, yakinku.Tetapi... Mengapa...Semakin aku mencoba, semakin jalan terasa berselisih? 
[Ve]Aku sudah tahu betapa cinta hanya bisa menyisakan luka.Luka dan rahasia.Rahasia yang bahkan kepada sang penulis kusampaikan,“Tolong jangan beri tahu Alan dan Daisy. Juga pembacamu.”

Ini kisah cinta pertama...yang membuat hati kecilmu selalu bertanya,“Apakah cerita ini bisa membawa bahagia?”

[Review] Happily Ever After by Winna Efendi

Selasa, 05 Mei 2015


Judul : Happily Ever After
Penulis : Winna Efendi
Editor : Jia Effendie
Penyelaras Aksara : Widyawati Oktavia
Penata Letak : Gita Ramayudha
Penyelaras tata letak : Erina Puspitasari
Desainer sampul : Jeffri Fernando
Terbit : Desember 2014
Harga : Rp.57.000 
Penerbit : Gagas Media
ISBN : 979-780-770-2
Blurb  :
Tak ada yang kekal di dunia ini.
Namun, perempuan itu percaya, kenangannya, akan tetap hidup dan ia akan terus melangkah ke depan dengan berani.

Ini adalah kisah tentang orang favoritku di dunia.

Dia yang penuh tawa. Dia yang tangannya sekasar serat kayu, tetapi memiliki sentuhan sehangat sinar matahari. Dia yang merupakan perpaduan aroma sengatan matahari dan embun pagi. Dia yang mengenalkanku pada dongeng-dongeng sebelum tidur setiap malam. Dia yang akhirnya membuatku tersadar, tidak semua dongeng berakhir bahagia.

Ini juga kisah aku dengan anak lelaki yang bermain tetris di bawah ranjang. Dia yang ke mana-mana membawa kamera polaroid, menangkap tawa di antara kesedihan yang muram. Dia yang terpaksa melepaskan mimpinya, tetapi masih berani untuk memiliki harapan...

Keduanya menyadarkanku bahwa hidup adalah sebuah hak yang istimewa. Bahwa kita perlu menjalaninya sebaik mungkin meski harapan hampir padam.

Tidak semua dongeng berakhir bahagia. Namun, barangkali kita memang harus cukup berani memilih; bagaimana akhir yang kita inginkan. Dan, percaya bahwa akhir bahagia memang ada meskipun tidak seperti yang kita duga

Bercerita tentang Lucia Surya atau lebih dikenal dengan nama 'Lulu', gadis berusia 16 tahun ini bersekolah di SMA Harapan, ia sering 'ditindas' oleh teman-teman sekolahnya. Bahkan sahabatnya, em ralat maksudnya 'mantan sahabatnya' pun sekarang juga ada di pihak dimana orang-orang sering menindas Lulu.


[Review] I For You by Orizuka

Minggu, 26 April 2015


Judul : I For You
Penulis : Orizuka
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 384 Halaman
Terbit : Maret 2012
Harga : Rp.47.000
ISBN : 978-979-780-554-8
Blurb : 
Suatu hari dalam hidupku, kau dan aku bertemu. Masih jelas di ingatanku sosokmu yang memukauku. Lidahku jadi kelu, mulutku terkatup rapat karena malu. Setiap malam, bayangmu menari-nari dalam benakku. 
Ada sejuta alasan mengapa aku begitu memujamu. Kau menyinari relung gelap hatiku. Kau satu-satunya orang yang ingin kurengkuh. Kau yang bertanggung jawab atas segala rindu. Kau adalah yang teristimewa bagiku. 
Tanda-tandanya sudah jelas: aku menyukaimu. Tetapi, bagaimana caranya untuk mendekatimu? Kau begitu jauh, sulit kuraih dengan jari-jemariku.
Dan semakin lama, aku mulai menyadari satu hal. Bahwa kau dan aku mungkin ditakdirkan tak bisa bersatu.... 
Bercerita tentang Princessa Setiawan (Cessa), gadis cantik namun sombong yang sudah seperti seorang Putri dan juga Benjamin Andrews (Benji), cowok tampan yang selalu ada di sisi Cessa. Mereka bagaikan seorang puteri dan pangeran di SMA Pelita Kita. Seumur hidup, mereka mengenyam pendidikan dari guru-guru yang dipanggil ke rumah oleh para orangtua mereka untuk mengajar mereka. Hingga 2 tahun yang lalu, Cessa meminta untuk masuk ke sekolah formal.

Saat beranjak ke kelas dua belas, awal dari perubahan itu pun terjadi. Ketika memasuki kelas mereka XII IPA 2, Cessa mendapatkan fakta bahwa ia mendapatkan tempat duduk berjauhan dengan Benji yang berada di dekat jendela, sementara Cessa mendapatkan tempat duduk di pusat yaitu tengah-tengah kelas, Cessa tak suka berada di tengah-tengah dan menjadi pusat perhatian, terlebih lagi ia berjauhan dengan Benji tidak seperti sebelumnya.


[Baca Bareng BBI] : 7 Misi Rahasia Sophie by Aditia Yudis

Selasa, 31 Maret 2015


Tema Maret : Adaptasi buku ke film atau film ke buku


  Judul : 7 Misi Rahasia Sophie
  Penulis : Aditia Yudis
  Penerbit : Gagas Media 
  Terbit : Januari 2014
  Tebal : iv + 212 halaman
  Ukuran : 13x19 cm
  Harga : Rp.39.000
  ISBN : 979-780-690-1

Sinopsis:
Ini adalah cerita Marko, cowok broken home yang sedang membenci dunia. 
MARKO: Gue nggak pernah ngerti sama orang-orang yang eksis di sosial, apalagi yang sampai posting-posting video di YouTube. Buat gue, mereka itu egois dan narsis, cuma mentingin tampang. Masalahnya, Sophie malah nyuruh gue videoin dia buat misi-misi rahasia apaan lah di YouTube.Terus, gue mesti gimana? 
Serta sahabatnya, Sophie, gadis cerita yang menyimpan sebuah rahasia besar dan mengemban tujuh misi. 
SOPHIE: Marko sering banget bilang kalau orang-orang di dunia maya itu egois. Padahal, dia sendiri suka lupa mikirin orang lain. Makanya, gue mau bikin 7 Misi Rahasia Sophie! Gue pengin buktiin ke dia, kalau YouTube bisa di pake buat nolong mereka yang ngebutuhin. Gue juga pengin dia sabar, kalau di dunia ini, ada orang lain yang nggak seberuntung dia. Wish me luck, guys! 
Tujuh misi, dua sahabat, dan sebuah rahasia.

Novel ini bercerita tentang Sophie dan Marko, dua sahabat yang selalu bersama. Sebut saja Sophie, seorang gadis periang yang lagu suka-sukanya nge youtube, dan sahabatnya Marko yang setia nge-rekam kegiatan Sophie yang nantinya akan diupload ke Youtube.

Di awal cerita kita akan disuguhkan dengan kepanikan Sophie karena Komar a.k.a Marko yang membuat mereka terlambat untuk pergi ke suatu tempat. Tempat yang mereka akan tujui adalah Rooftop, ya! mereka berdua tinggal di gedung apartement yang bersebrangan, dan mereka sering nongkrong di Rooftop.

Mereka berdua akrab, walaupun sering bertengkar sih --". Hingga suatu saat Marko bilang:

"Lo tahu semua orang yang posting-posting video itu, cuma punya dua kemungkinan; pertama, mereka nggak ada kerjaan. Kedua, mereka benar-benar megalomania. Satu tingkat di atas narsis."

Sophie yang merasa tersindir pun malah marah kepada Marko dan membalas Marko dengan berkata :

"Gue juga malas basa-basi sama orang yang selalu nge-judge orang lain. Ngerasa dirinya paling benar!"

Dan, Sophie pun pergi dari tempat itu, meninggalkan Marko yang masih terpaku di tempatnya. Dan keesokan harinya Marko menghilang. Ya menghilang. Namun, pada hari ketiga Marko menghilang, akhirnya Sophie kembali menemukan Marko. Ah tidak, Marko-lah yang sebenarnya menemukan Sophie. Sophie yang merasa hilangnya Marko selama beberapa hari ini adalah karena dirinya pun bertanya sebab dari hilangnya Marko, dan Sophie pun bisa bernapas legah saat tahu bahwa itu semua bukan karena dirinya, melainkan suatu hal sensitif bagi Marko.

Lalu scene selanjutnya adalah Sophie dan Marko yang sedang berada di Roftoop, namun dengan suasana yang berbeda, dengan sofa dan payung besar yang telah berada di sana.

"Lo dapat barang-barang ini dari mana?" tanya Marko
"Kafe bawah tutup. Barang-barangnya dibuangin." jawab Sophie tanpa menatap Marko

"Lo pernah bilang kalau orang-orang yang upload vidio itu egois. Mereka cuma mikirin diri sendiri." Sophie menggerling, dan Marko sudah memasang ekspresi datarnya.
"Gue akan bantah omongan lo, dengan lanjutin tujuh misi rahasia Sophie. Lo mau bantu gue, kan?" 

DAN... DI SINILAH CERITANYA DIMULAI.

Dan, setelah Adriana, lagi-lagi saya nemuin fakta kalau film '7 Misi Rahasia Sophie' itu diangkat dari novel setelah nonton filmnya ._. Jadi saya nonton filmnya dulu terus tahu novelnya >,<

Penggunaan bahasa di Novel ini cakep ya, nggak rumit dan nggak bikin pusing. Alurnya pun sama seperti itu, berjalan mulus. Penggambaran karakter yang menarik, kelakuan Sophie yang sering mengundang tawa dan kesabaran Marko dalam menghadapi Sophie membuat mereka berdua menjadi tokoh utama yang dapat membuat nyaman.

Ada bagian dalam novel ini yang saya sukai, yaitu saat Sophie sedang di perpustakaan dan diejek sama gerombolan cewek yang ngomentari misi Sophie:

"Kalau nggak karena tugas, males banget gue ke sini! Tampangnya sama semua, kayak buku cetak!" ucap salah satu dari gerombolan cewek tersebut.

Sophie pun mendapatkan ide, sebelumnya dia telah memastikan tak ada orang lain yang memperhatikannya. Sophie berdehem dan mulai merekam dirinya sendiri.

"Di sekolah ini ada dua spesies yang paling dominan. Anak mall dan anak perpus. Anak perpus sangat nyaman dengan habitatnya. Tapi jangan salah, mereka juga menikmati hangout ke mall. Tapi anak mall hanya di mall mereka merasa eksis. Tapi di luar habitatnya, mereka sering mati kutu. Dan asal tahu aja, semua juga bisa nikmatin ke mall. So, who's the really some kind of aliens people? You'll know the answer is...."

Namun, saat ingin melanjutkan perkataannya, ternyata Sophie sudah ketahuan oleh gerombolan cewek tersebut. Beberapa saat kemudian, datang salah satu cewek dan langsung membentak Sophie:

"Rese banget sih lo!" bentak si cewek judes berambut panjang tanpa basa-basi.

Sophie bersedekap dan balas menatap si cewek jutek tidak kalah galak. 

"Kalau lo mau cari upload-annya di Youtube, jangan lo googling 'Misi Rahasia Sophie'. Lo ketik aja 'anak perpus versus anak mall." Sophie melengos, sebelum kelompok jutek itu menanggapi kata-katanya, dia segera membereskan buku-bukunya dan melagkah pergi seolah tidak terjadi apa-apa.

Itu bagian yang cukup lucu dan keren sih menurut saya, entahlah sang penulis mendapat ide darimana, tapi idenya memang cemerlang! Misi-misi rahasia Sophie juga nggak jauh-jauh dari sikap kemanusiaan, membantu sesama, menghibur sesama, dan semacam kegiatan sosial lainnya. Tentu saja semua itu sudah lebih dari cukup untuk menghapus pikiran Marko soal 'orang yang suka nge-upload vidio ke youtube itu egois dan narsis".

Eh. Sophie ini adalah seorang kakak dari 3 bersaudara loh! adiknya perempuan semua! yang satu umurnya nggak terlalu jauh sama Sophie, sedangkan yang satunya masih kecil. Sophie ini sayang sama adiknya, tapi ada salah satu adiknya yang iri sama Sophie karena dia merasa kalau kedua orang tuanya cuma sayang sama Sophie. 

Hubungan Sophie dan Marko memang dekat, namun semakin merenggang karena kemunculan Imel, yaitu seseorang yang mereka temui saat menjalani salah satu dari '7 Misi Rahasia Sophie'. Bukan, Imel bukanlah seorang tokoh antagonis, malahan dia baik. Tapi, entah kenapa Sophie merasa Marko dan Imel cocok, akhirnya ia mencoba untuk mendekatkan mereka berdua.

Ini kisah tentang 7 Misi Rahasia Milik Sophie, 7 misi yang akan membuat kita menebak apa makna dari keseluruhan misi tersebut, 7 misi yang harus dilakukan dengan sepenuh hati, dan 7 misi yang akan mengantarkan kita ke sebuah tujuan utama Sophie.

Novel ini mengulas tentang kehidupan remaja yang sesungguhnya, juga menceritakan tentang masalah keluarga, tidak hanya membahas soal percintaan.
Amanat yang bisa kita ambil dari novel ini adalah kita tidak boleh dikuasai oleh amarah, kita harus menghargai waktu sebaik-baiknya, juga harus memperlakukan orang yang kita sayang secari baik, sebab kita tidak akan pernah tahu, kapan orang itu akan pergi meninggalkan kita.

Dan, novel ini membuat saya menangis pemirsah >,< emang dari sananya sih kalau saya gampang nangis, tapi memang novel ini keren. 5 dari 5 bintang untuk 7 Misi Rahasia Sophie.

Oke, ayo sekarang kita beralih ke fimnya :


Judul : 7 Misi Rahasia Sophie
Tayang : 06 Februari 2014
Sutradara : Billy Christian
Produser : Chand Parwez Servia

 Fiaz Servia

Penulis : Anggoro Saronto
Durasi : 97 Menit
Musik : Raisa - Teka Teki
HiVi
Andhika Triyadi
Pemeran : Alisia Rininta as Sophie
                 Stefan Willian as Marko
                 Pamela Bowie as Imel
                              Wulan Guritno as Mama Sophie
                         Bucek Depp as Ayah Sophie
                                 Roweina Umboh as Mama Marko
                     Gary Iskak as Ayah Marko
                             Ambar Soedarno as Oma Imel
               Khansa Athaya as Silvi
                                Marsha Beby Clarissa as Marshya
            Michelle Joan as Rika
                        Ricky Cuaca as Cowok Cupu

 Tidak semua bagian dari novel muncul pada film ini. Beberapa adegan di novel ada yang tidak muncul dan sebagiannya lagi malah tidak ada di novel. Tapi itu wajar, kan? Saya rasa pemerannya sudah 'sangat cocok' untuk memerankan para tokoh dalam novel. 

Alisia Rininta as Sophie

   

Alisia Rininta ini sangat cocok memerankan Sophie, dia berhasil menghidupkan sosok Sophie yang ceria, petikilan, juga lucu ^^


Pamela Bowie memerankan sosok Imel dan ia juga berhasil menghidupkan sosok Imel yang lembut. 

Beberapa foto dari film:



























Filmnya juga sukses buat saya nangis kejer -,- endingnya itu loh~ emang sih ada bagian di novel yang nggak ada di film, tapi para pemeran sudah cukup mendalami karakternya masing-masing ^^






[Review] Remember When by Winna Efendi

Minggu, 08 Februari 2015



Judul : Remember When
Penulis : Winna Efendi
Penerbit : Gagas Media
Penyunting : Samira & Gita Romadhona
Proofreader : Christian Simamora
Penata Letak: Wahyu Suwarni
Desainer sampul: Dwi Anissa Anindhika
Halaman : 252 halaman
Tahun terbit : 2011

Sinopsis: 
Apa pun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui keberadaannya.  
Bagi kita, senja selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas?  
Lalu, saat kau berkata, "Aku mencintaimu", aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?  
"Aku mencintaimu," katamu. Mengertikah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna? 
Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu. 

Sebut saja 'Gia', seseorang yang berhasil membuat Adrian jatuh cinta. Cewek cantik dengan kulit kecokelatan dan rambut ikal sampai punggung, anggun, feminim, idola sekolah, ya! Gia juga adalah seorang 'bunga sekolah'.

Sebut saja 'Adrian', cowok romatis yang merupakan idola sekolah, punya teman satu loker yang namanya Gia, ketua tim Basket yang jago mencetak 'Three Point'.

Sebut saja 'Freya', cewek manis tinggi jakung yang berkulit pucat dan berkacamata dengan rambut pendeknya. Suka baca, suka cokelat, dan juga suka baca buku. Bisa dibilang, berbanding jauh dengan Gia, kalau Freya ini nggak terlalu feminim.

Sebut saja 'Moses', si ketua osis yang serius dan pintar, sahabat seorang Adrian, sedang mengalami kebimbangan atas perasaannya pada temannya, Freya. Antara jatuh cinta atau tertarik pada pandangan pertama/


Bagaimana perasaanmu, jika pacarmu menyukai sahabatmu sendiri?

Bagaimana perasaanmu, jika melihat sahabatmu berpelukan dengan pacarmu di pinggir jalan?

Ya, itulah yang dialami oleh Gia dan Moses. 
Gia merasakan sakit yang amat mendalam saat tahu Adrian --pacarnya-- menyukai sahabatnya yaitu, Freya.
Dan itulah yang dirasakan Moses, saat melihat Adrian --sahabatnya-- berpelukan dengan pacarnya yaitu, Freya. Dan sesaat setelah Freya dan Adrian berpelukan, Adrian mengakatan kepada Moses kalau ia menyayangi Freya.

Siapa yang tak sakit hati jika itu terjadi? rumit memang, tapi itulah yang dialami Gia, Freya, Adrian, dan Moses. Awal kisah kedekatan Adrian dan Gia adalah saat Ibu Adrian meninggal karena kecelakaan. Saat itu, Moses dan Gia sedang mengikuti acara OSIS di luar daerah jadi, Gia menyuruh Freya untuk menyusul Adrian ke rumah sakit seraya menenangkannya. 

Dari situlah awal kisah ini ternjadi, karena merasa bernasib sama dengan Freya --sama sama ibunya telah meninggal--, Adrian malah lebih dekat dengan Freya kedepannya, mengubah sikapnya ke Gia, lebih sering berbohong ke Gia, lebih perhatian ke Freya, hingga...... timbullah perasaan kepada Freya, perasaan yang dulu dimiliki Adrian hanya untuk Gia.

Lalu, bagaimana kelanjutan kisahnya? Apakah Adrian akan tetap bersama Gia? atau... malah lebih memilih Freya? Lalu, bagaimana dengan Moses? Baca kelanjutan kisahnya di : Remember When ketika kau dan aku jatuh cinta.

Siapa yang belum pernah dengar soal Novel ini? Ini adalah salah satu karya dari penulis ternama, kak Winna Efendi. Seperti karya-karya sebelumnya, karyanya yang satu ini masih dapat memukau banyak orang, berlatarkan kisah SMA yang dibumbui dengan persahabatan dan cinta.

Sempat mikir gini 'Kalau saya jadi Gia, perasaan saya gimana ya?' kalau saya, mungkin sudah sakit hati dan merasa dihiyanati oleh Adrian dan Freya :'v dan menurut saya, tokoh yang paling tersakiti di sini adalah Gia.

Eh ngomong-ngomong, Novel ini udah diangkat jadi film loh! Katanya filmnya gak kalah keren sama Novelnya --soalnya saya belum nonton-- Nah! ini dia poster filmnya : 




Novelnya juga ada yang dicetak dengan cover seperti poster film, OST filmnya juga asyik didengar ^^

Dering telpku membuatku tersenyum di pagi hariKau bercerita semalam kita bertemu dalam mimpiEntah mengapa aku merasakan hadirmu di siniTawa candamu menghibur saatku sendiri
Aku di sini dan kau di sanaHanya berjumpa via suaraNamun ku selalu menunggu saat kita akan berjumpa
Meski kau kini jauh di sanaKita memandang langit yang samaJauh di mata namun dekat di hati
Nah itulah sepenggal OST Remember When yang dinyanyikan oleh RAN, lagunya asyik loh :D
Ada beberapa kutipan yang saya dapatkan di Novel ini:
"Pernah nggak sih, lo berharap punya cinta yang lain? Yang meledak-ledak, yang bikin kaki lo lemes, yang bikin jantung nggak keruan.." – Erik

“Menunggu nggak jauh lebih baik daripada bengong sendirian,” –Adrian

“Kata Forrest Gump, hidup bagai sekotak cokelat, entah rasa apa yang bakal kita dapetin.” – Adrian

”Hidup juga kayak cuaca. Hari ini bisa hujan, besok bisa
cerah. Tapi, lo nggak akan punya hujan selamanya, atau kemarau selamanya. Kita butuh pahit dan manis secara bersamaan, sebuah bentuk keseimbangan.” – Freya(?)

““Jangan merendahkan diri sendiri. Kamu bukan seperti apa yang orang lain bilang.
Kamu adalah kamu.” – Moses

“Kenapa sih harus bohong?” – Adrian

“Kadang, lo harus mencoba sesuatu yang baru. Apa lo nggak bosen dengan segala sesuatu yang begitu-begitu aja?” – Anggia

“Kenapa masih sulit melupakan walaupun sudah terluka?” – Moses

“Memaafkan bukan berarti kalah” – Moses

“Kamu nggak salah, kenapa harus minta maaf?” – Freya

“Pernah nggak, lo merasa menyesal?” – Adrian

“Gue belajar, bahwa ada beberapa hal yang ternyata nggak bisa dipaksakan.”

“Gue hanya ingin lo bahagia dengan semua pilihan lo. Apa pun kodisinya.” - Erik









 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS