[Review] Take Off My Red Shoes by Nay Sharaya

Jumat, 10 Juli 2015

Judul : Take Off My Red Shoes
Penulis : Nay Sharaya
Penerbit : Grasindo
Terbit : Juni 2015
Editor : Anin Patrajuangga
Desain kover & Ilustrator : Dyndha & Lisa FR
Penata isi : Lisa Fajar Riana
ISBN : 978-602-375-0580

BLURB :
Atha. 
Aku hanyalah seorang gadis yang terlalu lama memendam kesunyian. Hanya dua hal yang paling kuinginkan dalam hidupku. Mendapat tempat yang sama seperti Alia, saudara kembarku. Dan mendapat perhatian dari Ares, kakakku yang sempurna. Aku tak pernah ingin menyingkirkan siapa pun. 
Alia. 
Aku memiliki semuanya. Memiliki semua yang tak dimiliki Atha. Mama dan Ares menyayangiku lebih dari segalanya. Tapi, ada seseorang. Dia satu-satunya orang yang selalu berada di samping Atha. Apakah salah jika aku ingin memilikinya juga? 
Ares. 
Aku menyayangi kedua adikku dengan caraku sendiri. Dengan cara yang salah. Saat aku menyadarinya, semuanya sudah terlambat. Salah satu dari mereka menempuh jalannya sendiri dan akhirnya tersesat. 
Kegan. 
Ada seseorang yang mengacaukan pikiranku. Seorang gadis bersepatu merah yang aneh. Kau tak akan pernah tahu apa yang ada dalam pikirannya. Tapi yang kutahu, sejak awal mengenalnya, matanya tak pernah berhenti menatap Ares, kakak lelakinya yang sekaligus adalah sahabatku sendiri. 


“Kenapa merah?”
“Karena merah selalu terlihat menarik. Selalu menonjol di manapun dia berada dan kamu nggak perlu kesulitan nemuin dia walaupun berada di tengah-tengan orang asing.” – halaman 32

Take Off My Red Shoes bercerita tentang dua saudara kembar yang hidup di sebuah Panti Asuhan. Suatu hari, tepat di hari ulang tahun mereka berdua, beberapa pria dan wanita datang ke Panti Asuhan tempat Mereka tinggal. Bu Rosita, salah seorang di antaranya, memanggil Nathalia (Atha) dan Athalia (Alia) untuk datang menghampirinya. Bu Rosita membawa dua benda, yang satu adalah buku dongeng tebal, dan yang satunya lagi adalah sepasang sepatu merah.

Atha dan Alia sama-sama memandang sepatu merah tersebut dengan berbinar, namun semua itu buyar ketika sebuah suara menyadarkan mereka, “Buku dongeng itu untuk Nathasa yang suka membaca. Kalau sepatu cantik ini untuk Athalia yang cantik seperti putri”. Saat itu mereka berdua hanya bisa berterima kasih. Tetapi, sorot mata salah satu dari mereka tak bisa berbohong. Ya, Atha menginginkan sepatu merah itu. Tak sekedar ingin menggunakannya, tapi dia ingin memiliki sepasang sepatu merah itu…

Hingga suatu hari ada sebuah keluarga yang mengadopsi mereka berdua, Alia dan Atha. Keluarga tersebut memiliki seorang anak laki-laki bernama Ares. Akhirnya Atha dan Alia bisa mendapatkan kasih sayang orangtua. Namun, sebenarnya ada yang berbeda. Kasih sayang yang diberikan keluarga tersebut untuk Alia lebih besar, dibandingkan dengan kasih sayang yang diterima oleh Atha. Sang mama yang selalu perhatian pada Alia, Ares –kakak mereka- yang lebih akrab dengan Alia ketimbang dengan Atha. Bahkan, kadang Atha merasa tak dianggap di keluarga itu.

Salahkah jika Atha mengharapkan perhatian dari Mamanya seperti perhatian yang didapatkan oleh Alia? Salahkah jika Atha juga ingin dekat dengan Ares? Menginginkan waktu bersama dan bercengkrama dengan kakaknya?

Tidak, Atha tidak salah jika mengharapkan hal tersebut. Atha tetaplah seorang anak yang menginginkan kasih sayang dari orangtuanya, menginginkan perhatian dari sang kakak. Namun, Atha tak menyadari, bahwa ada seseorang yang berada di dekatnya, menjanjikan sebuah perhatian yang tulus.

Sementara itu, obsesi Atha terhadap warna merah terus meningkat. Hingga ia tak menyadari bahwa obsesinya itu bisa saja membahayakan dirinya sendiri... 


Ada kalanya kita merasa asing dan sepi di tengah-tengah suasana ramai.” – halaman 177






Pada saat membuka halaman-halaman pertama, saya sudah dibuat tertarik oleh kisah ini. Ah tidak, bahkan saat membaca blurbnya pun, saya sudah tertarik. Belum lagi dengan covernya yang menurutku menggunakan warna lembut -kecuali sepatu merah yang terpampang di cover-.

Take Off My Red Shoes cocok dibaca oleh para remaja dan berbagai usia yang menginginkan cerita dengan unsur psikologis dengan taburan taburan benih cinta. Juga untuk yang ingin kembali mengenang dongeng-dongeng masa kecil mereka *Hhmmm, daku juga masih kecil sih x)*



Take Off My Red Shoes adalah buku karya Nay Sharaya yang pertama saya baca. Cara kak Nay membawa saya berkenalan dengan kisah Atha dan obsesinya kepada warna merah ini langsung membuat saya penasaran dan menanti karya-karya barunya. Buku ini sendiri adalah salah satu dari empat buku seri baru Grasindo, yaitu buku dari adaptasi dongeng. Dengan bumbu adaptasi dari dongeng Hans Christian Andersen berjudul 'Sepatu Merah', kita akan melihat seberapa besar obsesi Atha terhadap warna merah.

Cerita berfokus pada Atha dengan obsesinya pada warna merah dan keinginannya mendapatkan perhatian dari Mama dan Kakaknya. Selain itu latar sekolah SMA juga muncul di buku ini, bahkan banyak cerita yang terjadi di sekolah, seperti Atha dan cheerleader, sosok Rendra yang menyukai Atha, juga seseorang dari masalalu yang kembali muncul.

Membacanya pun harus dengan teliti, sebab terlewat sedikit saja, mungkin kita bisa terkecoh dengan cerita sebenarnya. Selain itu, cerita ini juga dapat menguras banyak emosi saat membacanya. Berbagai prasangka awalnya tertuju pada beberapa tokoh, namun semua itu langsung musnah saat mengetahui fakta sebenarnya. 

"Lo nggak berhak marah sama orang yang cinta sama loh, seburuk apa pun dia. Seandainya dia bisa milih, dia bakal milih orang lain. Tapi lo tahu kan kalau dia nggak pernah diberi kesempatan untuk memilih?"  - halaman 212

Namun, saya masih menemukan beberapa kesalahan penulisan di buku ini, seperti :

Pada halaman 79 : “Dan itu membuatya sedikit menyesal”, kata ‘membuatya’ pada kalimat tersebut seharusnya ‘membuatnya.

Pada halaman 122 : “… gue cuma sesekali itu itu ngirim…” , kata ‘itu itu’ pada kalimat tersebut dituliskan dua kali, harusnya hanya ditulis satu kali, ‘itu’.

Pada halaman 187 : “…. melakukan geraka-gerakan yang telah…”, kata ‘geraka-gerakan’ pada kalimat tersebut harusnya ‘gerakan-gerakan’.

DAN, INI KUTIPAN FAVORITKU DI NOVEL INI :

“Apa? Kamu nggak bisa melihatnya? Apa pilihan ini tidak menarik? Apa… apa menurutmu mencintaiku tidak menyenangkan?” – halaman 174

=Fikriah Azhari, 10 Juli 2015=

2 komentar:

  1. Aku baru tahu kalo ini salah satu seri dongeng *masuk wishlist teratas*

    Reviewnya makin buat aku pemasaran nih mau baca :"))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Grasindo baru ngeluarin seri dongeng kak, ada 4 buku yang diadaptasi dari dongeng huhu pengin baca semua. Wishlistnya tambah banyak ya kak x) ?

      Hapus

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS