Tampilkan postingan dengan label BBI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BBI. Tampilkan semua postingan

Happy 4th Anniversary BBI!

Senin, 13 April 2015


Sejujurnya, saya nggak tahu mau nulis apa, tapi ya, ayo dengarkan cerita saya tentang perubahan yang kudapatkan setelah jadi keluarga BBI ^^

Bisa dibilang saya ini masih baru di BBI, saya resmi jadi member itu waktu pertengahan Februari 2015, tepatnya pada hari kamis, 19 Februari 2015. Berawal dari kegemaran membaca, akhirnya saya memutuskan untuk gabung di BBI. Awalnya cuma karena sering jalan-jalan ke blog orang kalau lagi mau ke Toko Buku, ya sekedar cari resensi buku, siapa tahu ada yang buat jatuh cinta terus bisa cari bukunya. Dan dalam jalan-jalan tersebut, saya sering nemuin gambar yang sama di setiap blog ( baca : logo BBI) dan akhirnya saya meng-klik gambar tersebut.

Lalu, muncullah laman web milik BBI yang membuatku semakin penasaran. Lama-kelamaan akhirnya niat gabung di BBI. Kalau ditanya "Kenapa, kok mau jadi member BBI?" jawabannya adalah, saya butuh teman diskusi, sebab di dunia nyata nggak ada temanku yang suka baca novel. Sahabatku pun nggak ada yang suka baca novel, jadi dengan niat utama 'mencari teman diskusi' akhirnya saya gabung di BBI ^^ dan sekarang ini lah saya, Member BBI nomor 1502275


Perubahan seorang Fikriah Azhari setelah gabung di keluarga besar BBI : 

1. Punya banyak teman diskusi buku

Nggak banyak yang berubah sih, saya masih saya yang dulu. Bedanya, sekarang saya punya banyak kenalan yang bisa diajak berdiskusi soal buku. Kenalan yang sebaya sih yang kukenal masih sedikit, ya cuma Syifa, kalau yang lainnya sudah kuanggap kakak semua ^^. Gabung jadi keluarga besar BBI itu rasanya asyik, seru, senang, bahagia, ah pokoknya nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata lagi. Terlebih karena semua membernya asik-asik diajak ngobrol, apalagi saya yang errr suka sok kenal dan gampang nyari teman >,<

2. Bisa belajar lebih banyak



Kenapa saya bilang "Bisa belajar lebih banyak" ? soalnya BBI ini seru, kita punya kegiatan rutin, yaitu Opini Bareng dan Baca Bareng, memang sih saya masih baru di BBI dan nggak rajin juga ikutan Baca Bareng >,< soalnya agak susah menyesuaikan dengan tema. Tapi Alhamdulillah, kalau Opini Bareng diusahakan selalu ikut kok ^^ Dengan diadakannya Opini Bareng kita para member bisa berdiskusi dan mengeluarkan Opini masing-masing sekaligus belajar tentang tema yang diungkit.

3. Target Bacaan

Dulu, sebelum gabung di keluarga besar BBI, saya nggak punya target bacaan. Baca buku ya kalau lagi Mood dan kalau lagi nggak ada tugas sekolah aja (maklum anak SMP) . Tapi, setelah gabung di BBI rasanya saya harus memiliki target bacaan, ya minimal dua buku setiap bulannya lah, terus posting review di blog deh, dan diskusi bareng member lain soal buku itu.

Saya rasa masih banyak lagi, tapi yang pokok hanya tiga hal tersebut. Sampai sekarang, saya masih terus bersyukur karena bisa menjadi bagian dari keluarga besar BBI. Saya sering berpikir, hey saya ini siapa? hanya seorang bocah SMP yang sok punya minat baca, padahal ngatur waktu buat baca buku selain buku pelajaran aja susah. Jika dibandingkan dengan kakak kakak member BBI lainnya yang bisa dibilang punya andil besar dalam dunia perbukuan, nah saya mah apa atuh? 

Tapi, dengan gabung di BBI saya bisa punya ganre bacaan baru lho, dengan diadakannya event Around the Genres saya bisa kenal dengan genre gabungan science fiction dan fantasy, dan saya tertarik dengan genre tersebut, rasanya kalau ke toko buku nanti, saya mau cari buku bergenre tersebut, ayuk kakak-kakak rekomendasiin buku seru dengan genre science fiction dan fantasy dong buat saya ^^

Kalau mau ke toko buku, pasti cek review member BBI, dan saya juga belajar nge-review yang adil tapi nggak spoiler >,< duh saya masih belajar, jadi maafkan review saya yang masih hancur. 

Untuk event-event offline sendiri, saya belum pernah ikut, ya sebenarnya banyak event yang diadakan untuk penikmat baca, misalnya festival buku dan sebainya, tapi lokasinya itu loh >,< lebih sering di sekitar daerah jabodetabek dan sekitarnya, saya mah apa atuh? Makassar jarang ada event seperti itu.

Selain itu Bebi --seperti itu kami para member memanggilnya-- juga lucu! kadar kenarsisannya melebihi batas! oke, maklumlah dia kan sudah 4 tahun, berarti lagi unyu-unyunya >,< Pada Maret kemarin, saya diberi kesempatan untuk diwawancarai oleh Bebi, segala hal ditanyakan olehnya, mulai dari alasan gabung di BBI, genre buku favorit, sampai nomor penjual bakpao di dekat rumahku juga ditanyakan >,< Waktu saya ngobrol sama Bebi buat Close Up Interview itu asyik banget loh! Hihi :D Bebi itu unyu, narsis, kepo,tapi kelakuannya itu buat kami para member tambah sayang sama dia ;p *lempar bakpao dan fanta biru ke Bebi*. Yang belum baca Close Up Interview edisi Saya, bisa cek disini

Ah, selain itu saya bisa tanya-tanya sama kakak-kakak member, ya untuk anak seusia saya --yang masih SMP-- rasanya masih harus mengatur genre bacaan, apakah buku itu cocok untuk seusia saya? Nah kalau saya baca review di salah satu blog dan tertarik buat baca buku tersebut, saya akan tanyakan dulu ke orang yang nulis review tersebut, apakah buku itu cocok buat saya baca? >,< duh yang pernah saya tanyakan seperti itu, saya mohon maaf karena sudah merepotkan ya Kak ^^

Pokoknya selama 2 bulan ini, saya merasakan banyak perubahan, dari punya teman diskusi bareng, ketertarikan akan genre bacaan baru, ikut kegiatan baca dan opini. Oh iya, buat member BBI Makassar, adain kopdar dong >,<

Terakhir, saya ingin mengucapkan Selamat Ulang Tahun buat keluargaku, teman-temanku, kakak-kakakku Blogger Buku Indonesia, Semoga kedepannya bisa lebih berkembang, semakin banyak membernya, lebih sering lagi mengadakan event yang tentunya menyenangkan, dan juga terima kasih atas ilmu-ilmu yang telah diberikan :) Selamat pesta bakpao dan fanta biru Bebi ;)

=Fikriah Azhari, 13 April 2015= 

[Baca Bareng BBI] : 7 Misi Rahasia Sophie by Aditia Yudis

Selasa, 31 Maret 2015


Tema Maret : Adaptasi buku ke film atau film ke buku


  Judul : 7 Misi Rahasia Sophie
  Penulis : Aditia Yudis
  Penerbit : Gagas Media 
  Terbit : Januari 2014
  Tebal : iv + 212 halaman
  Ukuran : 13x19 cm
  Harga : Rp.39.000
  ISBN : 979-780-690-1

Sinopsis:
Ini adalah cerita Marko, cowok broken home yang sedang membenci dunia. 
MARKO: Gue nggak pernah ngerti sama orang-orang yang eksis di sosial, apalagi yang sampai posting-posting video di YouTube. Buat gue, mereka itu egois dan narsis, cuma mentingin tampang. Masalahnya, Sophie malah nyuruh gue videoin dia buat misi-misi rahasia apaan lah di YouTube.Terus, gue mesti gimana? 
Serta sahabatnya, Sophie, gadis cerita yang menyimpan sebuah rahasia besar dan mengemban tujuh misi. 
SOPHIE: Marko sering banget bilang kalau orang-orang di dunia maya itu egois. Padahal, dia sendiri suka lupa mikirin orang lain. Makanya, gue mau bikin 7 Misi Rahasia Sophie! Gue pengin buktiin ke dia, kalau YouTube bisa di pake buat nolong mereka yang ngebutuhin. Gue juga pengin dia sabar, kalau di dunia ini, ada orang lain yang nggak seberuntung dia. Wish me luck, guys! 
Tujuh misi, dua sahabat, dan sebuah rahasia.

Novel ini bercerita tentang Sophie dan Marko, dua sahabat yang selalu bersama. Sebut saja Sophie, seorang gadis periang yang lagu suka-sukanya nge youtube, dan sahabatnya Marko yang setia nge-rekam kegiatan Sophie yang nantinya akan diupload ke Youtube.

Di awal cerita kita akan disuguhkan dengan kepanikan Sophie karena Komar a.k.a Marko yang membuat mereka terlambat untuk pergi ke suatu tempat. Tempat yang mereka akan tujui adalah Rooftop, ya! mereka berdua tinggal di gedung apartement yang bersebrangan, dan mereka sering nongkrong di Rooftop.

Mereka berdua akrab, walaupun sering bertengkar sih --". Hingga suatu saat Marko bilang:

"Lo tahu semua orang yang posting-posting video itu, cuma punya dua kemungkinan; pertama, mereka nggak ada kerjaan. Kedua, mereka benar-benar megalomania. Satu tingkat di atas narsis."

Sophie yang merasa tersindir pun malah marah kepada Marko dan membalas Marko dengan berkata :

"Gue juga malas basa-basi sama orang yang selalu nge-judge orang lain. Ngerasa dirinya paling benar!"

Dan, Sophie pun pergi dari tempat itu, meninggalkan Marko yang masih terpaku di tempatnya. Dan keesokan harinya Marko menghilang. Ya menghilang. Namun, pada hari ketiga Marko menghilang, akhirnya Sophie kembali menemukan Marko. Ah tidak, Marko-lah yang sebenarnya menemukan Sophie. Sophie yang merasa hilangnya Marko selama beberapa hari ini adalah karena dirinya pun bertanya sebab dari hilangnya Marko, dan Sophie pun bisa bernapas legah saat tahu bahwa itu semua bukan karena dirinya, melainkan suatu hal sensitif bagi Marko.

Lalu scene selanjutnya adalah Sophie dan Marko yang sedang berada di Roftoop, namun dengan suasana yang berbeda, dengan sofa dan payung besar yang telah berada di sana.

"Lo dapat barang-barang ini dari mana?" tanya Marko
"Kafe bawah tutup. Barang-barangnya dibuangin." jawab Sophie tanpa menatap Marko

"Lo pernah bilang kalau orang-orang yang upload vidio itu egois. Mereka cuma mikirin diri sendiri." Sophie menggerling, dan Marko sudah memasang ekspresi datarnya.
"Gue akan bantah omongan lo, dengan lanjutin tujuh misi rahasia Sophie. Lo mau bantu gue, kan?" 

DAN... DI SINILAH CERITANYA DIMULAI.

Dan, setelah Adriana, lagi-lagi saya nemuin fakta kalau film '7 Misi Rahasia Sophie' itu diangkat dari novel setelah nonton filmnya ._. Jadi saya nonton filmnya dulu terus tahu novelnya >,<

Penggunaan bahasa di Novel ini cakep ya, nggak rumit dan nggak bikin pusing. Alurnya pun sama seperti itu, berjalan mulus. Penggambaran karakter yang menarik, kelakuan Sophie yang sering mengundang tawa dan kesabaran Marko dalam menghadapi Sophie membuat mereka berdua menjadi tokoh utama yang dapat membuat nyaman.

Ada bagian dalam novel ini yang saya sukai, yaitu saat Sophie sedang di perpustakaan dan diejek sama gerombolan cewek yang ngomentari misi Sophie:

"Kalau nggak karena tugas, males banget gue ke sini! Tampangnya sama semua, kayak buku cetak!" ucap salah satu dari gerombolan cewek tersebut.

Sophie pun mendapatkan ide, sebelumnya dia telah memastikan tak ada orang lain yang memperhatikannya. Sophie berdehem dan mulai merekam dirinya sendiri.

"Di sekolah ini ada dua spesies yang paling dominan. Anak mall dan anak perpus. Anak perpus sangat nyaman dengan habitatnya. Tapi jangan salah, mereka juga menikmati hangout ke mall. Tapi anak mall hanya di mall mereka merasa eksis. Tapi di luar habitatnya, mereka sering mati kutu. Dan asal tahu aja, semua juga bisa nikmatin ke mall. So, who's the really some kind of aliens people? You'll know the answer is...."

Namun, saat ingin melanjutkan perkataannya, ternyata Sophie sudah ketahuan oleh gerombolan cewek tersebut. Beberapa saat kemudian, datang salah satu cewek dan langsung membentak Sophie:

"Rese banget sih lo!" bentak si cewek judes berambut panjang tanpa basa-basi.

Sophie bersedekap dan balas menatap si cewek jutek tidak kalah galak. 

"Kalau lo mau cari upload-annya di Youtube, jangan lo googling 'Misi Rahasia Sophie'. Lo ketik aja 'anak perpus versus anak mall." Sophie melengos, sebelum kelompok jutek itu menanggapi kata-katanya, dia segera membereskan buku-bukunya dan melagkah pergi seolah tidak terjadi apa-apa.

Itu bagian yang cukup lucu dan keren sih menurut saya, entahlah sang penulis mendapat ide darimana, tapi idenya memang cemerlang! Misi-misi rahasia Sophie juga nggak jauh-jauh dari sikap kemanusiaan, membantu sesama, menghibur sesama, dan semacam kegiatan sosial lainnya. Tentu saja semua itu sudah lebih dari cukup untuk menghapus pikiran Marko soal 'orang yang suka nge-upload vidio ke youtube itu egois dan narsis".

Eh. Sophie ini adalah seorang kakak dari 3 bersaudara loh! adiknya perempuan semua! yang satu umurnya nggak terlalu jauh sama Sophie, sedangkan yang satunya masih kecil. Sophie ini sayang sama adiknya, tapi ada salah satu adiknya yang iri sama Sophie karena dia merasa kalau kedua orang tuanya cuma sayang sama Sophie. 

Hubungan Sophie dan Marko memang dekat, namun semakin merenggang karena kemunculan Imel, yaitu seseorang yang mereka temui saat menjalani salah satu dari '7 Misi Rahasia Sophie'. Bukan, Imel bukanlah seorang tokoh antagonis, malahan dia baik. Tapi, entah kenapa Sophie merasa Marko dan Imel cocok, akhirnya ia mencoba untuk mendekatkan mereka berdua.

Ini kisah tentang 7 Misi Rahasia Milik Sophie, 7 misi yang akan membuat kita menebak apa makna dari keseluruhan misi tersebut, 7 misi yang harus dilakukan dengan sepenuh hati, dan 7 misi yang akan mengantarkan kita ke sebuah tujuan utama Sophie.

Novel ini mengulas tentang kehidupan remaja yang sesungguhnya, juga menceritakan tentang masalah keluarga, tidak hanya membahas soal percintaan.
Amanat yang bisa kita ambil dari novel ini adalah kita tidak boleh dikuasai oleh amarah, kita harus menghargai waktu sebaik-baiknya, juga harus memperlakukan orang yang kita sayang secari baik, sebab kita tidak akan pernah tahu, kapan orang itu akan pergi meninggalkan kita.

Dan, novel ini membuat saya menangis pemirsah >,< emang dari sananya sih kalau saya gampang nangis, tapi memang novel ini keren. 5 dari 5 bintang untuk 7 Misi Rahasia Sophie.

Oke, ayo sekarang kita beralih ke fimnya :


Judul : 7 Misi Rahasia Sophie
Tayang : 06 Februari 2014
Sutradara : Billy Christian
Produser : Chand Parwez Servia

 Fiaz Servia

Penulis : Anggoro Saronto
Durasi : 97 Menit
Musik : Raisa - Teka Teki
HiVi
Andhika Triyadi
Pemeran : Alisia Rininta as Sophie
                 Stefan Willian as Marko
                 Pamela Bowie as Imel
                              Wulan Guritno as Mama Sophie
                         Bucek Depp as Ayah Sophie
                                 Roweina Umboh as Mama Marko
                     Gary Iskak as Ayah Marko
                             Ambar Soedarno as Oma Imel
               Khansa Athaya as Silvi
                                Marsha Beby Clarissa as Marshya
            Michelle Joan as Rika
                        Ricky Cuaca as Cowok Cupu

 Tidak semua bagian dari novel muncul pada film ini. Beberapa adegan di novel ada yang tidak muncul dan sebagiannya lagi malah tidak ada di novel. Tapi itu wajar, kan? Saya rasa pemerannya sudah 'sangat cocok' untuk memerankan para tokoh dalam novel. 

Alisia Rininta as Sophie

   

Alisia Rininta ini sangat cocok memerankan Sophie, dia berhasil menghidupkan sosok Sophie yang ceria, petikilan, juga lucu ^^


Pamela Bowie memerankan sosok Imel dan ia juga berhasil menghidupkan sosok Imel yang lembut. 

Beberapa foto dari film:



























Filmnya juga sukses buat saya nangis kejer -,- endingnya itu loh~ emang sih ada bagian di novel yang nggak ada di film, tapi para pemeran sudah cukup mendalami karakternya masing-masing ^^






[Opini Bareng BBI] : Alur Cerita

Senin, 16 Maret 2015


Tema Opini Bareng BBI bulan Maret  : Alur Cerita 
Apakah kamu tipe yang ingin alur cerita maju teratur atau melompat-lompat? Buku dengan alur yang paling menyenangkan dan paling menyebalkan yang pernah kamu baca?

Duh ketemu lagi di Opni Bareng bulan ini! Sepertinya saya akan mengusahakan agar selalu mengikuti kegiatan 'Opini Bareng' ini ^o^

Alur cerita ya? Alur termasuk dalam unsur terpenting selain penokohan, tema, judul, amanat, sudut pandang, dan latar dalam suatu cerita.


Alur sendiri terbagi menjadi tiga, yaitu alur maju dan alur mundur, biasanya juga digunakan alur campuran maju-mundur dalam sebuah cerita atau juga disebut alur kilas balik (flashback). Alur sendiri memiliki pengertian sebagai pergerakan cerita dari waktu ke waktu, dari awal cerita hingga akhir cerita

Apakah kamu tipe yang ingin alur cerita maju teratur atau melompat-lompat?

Alur maju teratur atau melompat-lompat? Sejujurnya saya lebih suka alur cerita yang melompat-lompat dengan kilas balik yang ditampilkan, tetapi, sebenarnya itu tergantung sang penulis dalam mengatur alur. Jika sang penulis menyusun alurnya dengan baik dan masih bisa dimengerti, ya saya terima-terima saja dan malah suka. Kecuali, jika sang penulis mengatur alunya dengan kacau, dan membuat para pembaca pusing sehingga mereka yang membaca malah tak bisa memahami cerita yang sedang berjalan, maka saya akan berhenti untuk membaca buku tersebut. Buat apa terus membaca jika alur ceritanya saja tidak bisa kita mengerti? Saya sarankan kepada penulis, jika ingin menampilkan alur kilas balik alias Flashback, sebaiknya mereka memberikan tanda yang dapat dipahami para pembaca jika bagian tersebut adalah bagian yang menampilkan flashback, dan juga memberikan tanda jika flashback tersebut telah selesai.

 Buku dengan alur yang paling menyenangkan dan paling menyebalkan yang pernah kamu baca?


Alhamdulillah sejauh ini semua buku yang saya baca memiliki alur cerita yang menyenangkan dan mudah dipahami :) Jadi? saya suka semuanya! >,<

Sebenarnya, alur itu sangat penting karena alur yang akan membuat kita mengerti isi cerita. Biarkanlah alur itu mengalir dan kita akan mengikutinya sehingga kita mengerti apa yang ingin disampaikan oleh penulis.

Oke gitu aja \^o^/ hohoo
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS